Dari Dapur ke Panggung Nasional, Menikmati Filosofi ‘Urip Sakmadya’ Lewat Racikan Ibu

0
49
Kompetisi Cerita Rasa yang diselenggarakan oleh Amartha Financial untuk menceritakan kembali filosofi Urip Sakmadya. (Istimewa)

Dapur rumah tangga seringkali dianggap wilayah domestik yang jauh dari hiruk-pikuk ekonomi makro. Namun, di tangan ribuan ibu mitra UMKM Amartha, dapur-dapur sederhana itu kini berubah menjadi panggung raksasa yang mempertemukan tradisi kuliner dengan potensi investasi masa depan.

Melalui kompetisi “Cerita Rasa”, Amartha Financial membuktikan bahwa dari balik tungku dan cobek, para perempuan desa tengah merawat ketahanan pangan sekaligus ekonomi daerah.

Semangat inilah yang dihidupkan kembali oleh Amartha Financial (Amartha) lewat kompetisi memasak bertajuk “Cerita Rasa”. Lebih dari sekadar ajang adu resep, kegiatan ini menjadi panggung bagi 1.000 lebih ibu mitra UMKM binaan Amartha di Pulau Jawa untuk menceritakan kembali filosofi urip sakmadya—hidup secukupnya, tidak berlebihan, namun tidak berkekurangan.

Kompetisi yang diinisiasi oleh Amartha Prosper ini menjadi ruang perayaan bagi pangan lokal. Para ibu ditantang untuk meracik hidangan dari bahan-bahan yang tumbuh di sekitar mereka. Bagi para peserta, memasak adalah sebuah “laku keseharian”—sebuah ritual merawat rasa, menjaga keharmonisan keluarga, dan menyelaraskan diri dengan alam.

“Pangan lokal bukan sekadar bahan masakan, tetapi bagian dari kehidupan,” ungkap Julie Fauzie, Chief Funding Officer Amartha dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (28/1/2026)

Julie menekankan bahwa dari dapur-dapur sederhana inilah tradisi dijaga. Masakan rumahan bukan hanya soal kenyang, tapi soal menemani tumbuh kembang anak dan menciptakan kenangan.

“Lewat Cerita Rasa, Amartha ingin memastikan pangan lokal yang sederhana tetap bermakna menjadi bagian dari kehidupan, penghidupan, dan harapan bagi keluarga,” tambahnya.

75 Cerita Rasa dari Akar Rumput

Antusiasme para ibu tak terbendung. Dari ribuan peserta, terkurasi 75 “cerita rasa” unik yang lahir dari dapur rumah tangga. Pada tahap regional Jawa, tujuh kelompok ibu mitra UMKM terpilih untuk menyajikan masakan yang sarat akan tradisi daerah masing-masing.

Ismiati, salah satu peserta asal Madiun, tak dapat menyembunyikan rasa harunya. “Kami merasa sangat senang dan bangga. Sebagai ibu-ibu yang sehari-hari dekat dengan dapur, ajang ini memberi kami ruang untuk menunjukkan bahwa masakan rumahan juga punya nilai dan cerita,” tuturnya.

Proses seleksi pun tak main-main. Selain teknik memasak, pemahaman mendalam tentang bahan pangan lokal menjadi kunci penilaian. Pemenang di tingkat regional ini nantinya akan membawa nama provinsi mereka untuk bertarung di panggung nasional di Jakarta.

Menghubungkan Dapur dengan Investor

Yang membuat kompetisi ini berbeda adalah muaranya. Puncak acara di Jakarta nanti bukan sekadar seremonial pembagian piala, melainkan momen strategis peluncuran Amartha Prosper, sebuah platform investasi berkelanjutan.

Di hadapan juri utama dan calon investor, para ibu ini akan membuktikan bahwa UMKM akar rumput memiliki potensi besar. Narasi pangan lokal akan bertemu dengan ekosistem investasi modern.

Melalui Amartha Prosper, masyarakat luas dapat berinvestasi pada pembiayaan UMKM perempuan. Ini adalah jembatan yang unik: investasi yang tidak hanya memberikan imbal hasil finansial, tetapi juga dampak sosial nyata—memperkuat ekonomi keluarga di desa dan menjaga keberlanjutan komunitas.

Komitmen Inklusif Amartha

Langkah ini mempertegas jejak Amartha dalam memberdayakan perempuan pengusaha mikro. Hingga tahun 2025, perusahaan tekfin ini tercatat telah menyalurkan modal usaha lebih dari Rp37 triliun kepada 3,7 juta UMKM perempuan.

Dukungan ini tak berhenti pada modal. Melalui layanan investasi mikro untuk dana pendidikan, warung digital AmarthaLink, hingga kini lewat Amartha Prosper, Amartha berupaya menciptakan ekosistem inklusif.

“Berangkat dari dapur-dapur sederhana para ibu, kami membuka akses layanan keuangan agar tradisi pangan lokal tidak hanya hadir di meja makan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan,” tutup Julie.

Kisah para ibu di kompetisi “Cerita Rasa” adalah bukti bahwa dari kesederhanaan urip sakmadya, bisa lahir dampak ekonomi yang luar biasa. Seluruh perjalanan inspiratif mereka kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube Amartha. (*)