Setelah kisahnya viral karena harus memulung sambil merawat ayahnya yang sakit, Azizah Chandrasari (6) kini berada dalam perlindungan dan pendampingan.
Pemkot Jogja memastikan kebutuhan pendidikan dan kesehatannya terpenuhi, sekaligus menangani kondisi sang ayah.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyatakan Azizah bersama adiknya Agip telah tinggal di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, Kotagede.
Di tempat itu, keduanya mendapatkan pengasuhan layak serta akses pendidikan formal.
“Pemerintah harus hadir memastikan anak tetap sekolah dan kesehatannya terurus. Tidak boleh anak seusia itu bekerja,” kata Hasto, Minggu (19/4/2026).
Ayah Azizah, Hermanto alias Siman, yang selama ini bekerja sebagai pemulung, juga mulai mendapatkan penanganan medis.
Pemkot telah membantu mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan dan menyiapkan rujukan ke RS Jogja untuk pemeriksaan lanjutan terkait benjolan di kepalanya yang diduga tumor.
Kondisi keluarga ini sebelumnya luput dari pantauan karena bukan warga ber-KTP Kota Jogja. Namun, Hasto menegaskan, penanganan tidak dibatasi wilayah administrasi.
“Bukan soal KTP. Kalau ada yang butuh bantuan di wilayah kota, harus kita bantu. Ini soal kemanusiaan,” ujarnya.
Saat ditemui di rumah singgah, Hermanto mengaku lega karena anak-anaknya kini mendapatkan tempat tinggal dan kesempatan kembali bersekolah.
Ia juga berharap bisa segera menjalani pengobatan agar kembali bekerja.
“Saya senang sekali, anak-anak saya bisa sekolah lagi. Terima kasih sudah mau membantu pengobatan saya,” ucapnya.
Pengurus rumah singgah menyebut prioritas saat ini adalah memulihkan kondisi keluarga, terutama memastikan Azizah kembali menjalani masa kanak-kanak tanpa beban mencari nafkah. (*)














