Remaja Terseret Arus di Parangtritis, Satu Ditemukan Meninggal

0
4
Keluarga korban memberikan laporan ke posko. (istimewa)

Kecelakaan laut terjadi di Pantai Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Minggu (19/4/2026) sore. Dua remaja terseret arus saat bermain selancar tanpa pengawasan. Satu korban berhasil selamat, sementara satu lainnya ditemukan meninggal dunia pada hari kedua pencarian.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Korban meninggal berinisial ARNP (16), pelajar asal Pandes RT 004, Panggungharjo, Sewon. Sedangkan rekannya, AHS (16), warga Trirenggo, berhasil diselamatkan.

“Musibah bermula saat kedua korban tetap bermain surfing meski sudah diperingatkan,” kata Rita, Senin (20/4/2026).

Kedua korban tiba di pantai sekitar pukul 16.00 WIB. ARNP sempat meminta diajari selancar kepada atlet setempat, Muhammad Nur Kholik (24), namun ditolak karena yang bersangkutan memiliki jadwal latihan lain.

Tanpa izin, keduanya kemudian mengambil papan selancar dan masuk ke laut berdua menggunakan satu papan. Tindakan tersebut melanggar standar operasional prosedur (SOP) keselamatan.

Saat berada di laut, keduanya terseret arus rip current hingga menjauh dari bibir pantai. Mengetahui kejadian itu, Kholik bersama petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III segera melakukan upaya penyelamatan menggunakan papan selancar dan pelampung.

Petugas sempat menjangkau kedua korban. Namun saat proses evakuasi berlangsung, gelombang tinggi datang dan menyebabkan ARNP terlepas lalu kembali terseret arus ke tengah laut. Sementara AHS berhasil dibawa ke daratan dalam kondisi selamat.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian intensif. Pada hari kedua operasi, Senin (20/4) sekitar pukul 16.35 WIB, korban akhirnya ditemukan di kawasan Pantai Depok, sekitar 3 kilometer ke arah barat dari lokasi kejadian.

Sebelumnya, petugas sempat mengira kedua remaja tersebut berlatih di bawah pengawasan, sehingga tidak langsung dilakukan pengawasan ketat.