
Keluhan becak listrik (belis) bantuan Pemda DIY yang banyak rusak mendapat tanggapan dari Dishub DIY. Pemerintah menyebut belis 2023 merupakan produk awal yang masih terus dievaluasi, sementara persoalan perawatan juga menjadi salah satu kendala setelah armada dihibahkan.
Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, mengatakan belis 2023 merupakan hasil sayembara pembuatan prototipe yang digelar pada 2022. Setelah melalui pengujian, desain tersebut dipilih menjadi model belis yang kemudian diproduksi pada 2023.
Saat itu, kendaraan listrik belum berkembang seperti sekarang. Dishub pun menggandeng Selis melalui e-katalog untuk pengadaan 50 unit belis dengan anggaran Dana Keistimewaan.
“2023 itu pengadaan pertama. Jadi memang masih awal sekali kendaraan listrik,” ujar Sapto, Kamis (6/8/2026).
Belis tersebut kemudian dihibahkan kepada Forum Pemerhati Kendaraan Tradisional Yogyakarta, bukan kepada individu. Penerimanya terdiri atas pengemudi becak kayuh maupun becak motor.
Sapto mengatakan perbedaan pengalaman pengemudi turut dipengaruhi latar belakang mereka. Pengemudi becak kayuh disebut lebih menerima karena belis memiliki bantuan tenaga listrik. Sementara sebagian pengemudi bekas becak motor membandingkannya dengan karakteristik bentor, termasuk soal kecepatan dan kenyamanan.
Soal 35 unit yang disebut rusak, Wulan meminta angka tersebut tidak langsung dianggap sebagai jumlah keseluruhan. Sebab, belis 2023 dikelola forum, sedangkan data rinci kondisi armada perlu dikonfirmasi kembali kepada penerima hibah.
Dishub juga mengakui belis membutuhkan biaya perawatan. Setelah hibah, tanggung jawab pemeliharaan berada pada penerima. Dishub mengaku rutin melakukan monitoring dan telah menghubungkan pengemudi dengan dealer Selis untuk perbaikan.
Keluhan teknis kemudian menjadi bahan perbaikan. Belis pengadaan 2024, misalnya, sudah dilengkapi shockbreaker. (*)













