
Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan 90 inovasi hasil kurasi dari sekitar 300 proposal untuk dipertemukan dengan investor, industri, dan calon pembeli melalui Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026.
Direktur Direktorat Pengembangan Usaha UGM, Prof. Ir. Wiratni, S.T., M.T., Ph.D., IPM, mengatakan GIFTS 2026 tidak dirancang sekadar sebagai pameran riset (showcase), tetapi menjadi pasar inovasi interaktif dan wadah business matchmaking.
“GIFTS tahun ini dirancang sebagai forum untuk menjembatani antara inovator dengan calon investor maupun calon pembeli. Kami ingin inovasi-inovasi yang ada di UGM tidak berhenti di ruang laboratorium, tetapi bisa langsung diserap oleh market dan memberikan dampak nyata,” tegas Prof. Wiratni pada Selasa (22/9/2026) di GIK UGM, Yogyakarta.
GIFTS 2026 akan digelar pada 21–22 Oktober 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Ajang ini diinisiasi GIK UGM dan UGM Science Techno Park melalui program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Techno Park (PRIME STeP).
Prof. Wiratni mengatakan sekitar 300 proposal inovasi yang masuk ke platform UGM telah melalui proses kurasi oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Dari proses tersebut, 90 inovasi terpilih akan dipasarkan melalui format Innovation Marketplace di GIK UGM.
GIFTS 2026 mengusung tema “CULTIVATION: Culture – Innovation – Business Acceleration”. Kegiatan ini menggandeng tiga mitra kolaborator utama, yakni KADIN, Meet The Investor (MTI)/Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya, serta Infrastructure and Construction Innovation Conference and Workshop (ICONIC) 2026.
“UGM memiliki sekitar 170 hektar kebun kakao dan pabrik pengolahan cokelat sendiri. Melalui GIFTS 2026, kami mem-boost ekosistem kakao ini secara khusus ke ranah industri. Kami berharap Jogja tidak hanya dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan, tetapi juga sebagai kota inovasi,” kata dia.
Wakil Rektor UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., mengatakan GIFTS menjadi salah satu instrumen untuk memastikan hasil riset perguruan tinggi memberikan dampak ekonomi dan sosial.
“GIFTS menjadi wadah kolaborasi agar produk inovasi dapat diserap market, menciptakan impact sosial, ekonomi, hingga akademis. GIK UGM yang berdiri di atas lahan 5 hektar dengan luas bangunan 9 hektar kami dedikasikan sebagai real physical space untuk interaksi antara masyarakat, dunia usaha, industri, dan kampus,” paparnya.
Kolaborasi lintas sektor juga diperkuat melalui ICONIC 2026. Ketua Kelompok Bidang Keahlian Manajemen Proyek Konstruksi UGM, Prof. Danang Parikesit, M.Sc., mengatakan kegiatan tersebut akan menghadirkan 14 mitra alumni, sesi PhD Brilliance, serta pembicara internasional dari University of Massey di Selandia Baru, Tokyo University, ETH Zurich di Swiss, serta Singapura dan Hong Kong.
Menurut dia, rangkaian tersebut ditujukan untuk membawa global knowledge ke dalam ekosistem nasional.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya, Ridha Perwira, mengatakan MTI ke-3 dalam GIFTS 2026 akan menggunakan format speed dating berdurasi 15 menit di setiap meja. Format tersebut mempertemukan pelaku usaha lokal dengan venture capital maupun angel investor.
MTI juga akan menggelar Collaboration Class yang melibatkan 50 pembicara dari kalangan pengusaha.
Dari sisi pengembangan inovasi dan industri, Direktur Program GIK UGM, Maya Septriana, bersama Wakil Ketua Umum Perikanan dan Kelautan KADIN, Aryo Wiryawan, menyatakan kesiapan menyediakan wadah inklusif bagi peneliti. Wadah tersebut diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antara riset perguruan tinggi dan kebutuhan pasar industri secara berkelanjutan.
Direktur Program GIK UGM, Maya Septriana, menyatakan sebelum acara utama, rangkaian pre-events secara daring telah dilaksanakan sejak September 2026. Sejumlah pembekalan, seperti Research to Business Grooming, Business Pitching Strategy, hingga Sharing Senja bersama MTI, digelar agar peserta dapat langsung memfokuskan pembicaraan pada tahap negosiasi dan kesepakatan bisnis saat main event.
Sebanyak 50 inovasi terkurasi akan ditampilkan dalam Innovation Marketplace. Berbeda dari expo konvensional, ruang ini dirancang berbentuk islands agar pengunjung dapat bertemu inovator, memahami solusi yang ditawarkan, dan menjajaki peluang kerja sama.
Fokus inovasi dalam GIFTS 2026 mencakup bidang PRIME STeP, yakni agroindustri, alat kesehatan, dan energi. Selain itu, kegiatan tersebut mengangkat lima prioritas UGM pada 2026, yaitu industri benih, kebencanaan, air, sampah, dan ekosistem kakao. (*)













