Ajak Rekan Seperjuangan Kembali ke Marwah, FOYB: Jangan Mudah Terprovokasi

0
88
Forum Ojol Yogyakarta Bergerak saat bertemu dalam Jaring Aspirasi yang digelar di Rumah Makan Mertamu. (istimewa)

Forum Ojol Yogyakarta Bergerak (FOYB) mengajak seluruh rekan seperjuangan untuk kembali ke marwah perjuangan dan tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ajakan ini disampaikan pasca meninggalnya Affan Kurniawan, salah seorang driver ojol, yang diduga dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menunggangi aksi demonstrasi.

Ketua FOYB, Rie Rahmawati, menegaskan hal tersebut dalam Forum Jaring Aspirasi yang digelar di Rumah Makan Mertamu, Sleman. Menurutnya, situasi yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa ojol kerap dijadikan kambing hitam dalam kerusuhan.

“Untuk di Yogya, teman-teman sempat mengusulkan aksi di DPRD. Namun karena kondisi belum kondusif, kami memilih berdiskusi bersama dengan tema Kembali ke Marwah Perjuangan. Tujuannya agar perjuangan tetap fokus pada tuntutan utama, bukan merambah ke isu lain,” jelas Rie dalam keterangan tertulisnya Kamis (4/9/2025).

Sejak aksi nasional pada 20 Mei lalu, FOYB konsisten menyuarakan empat tuntutan:

  1. Kenaikan tarif roda dua untuk penumpang.
  2. Regulasi khusus makanan dan barang.
  3. Pengesahan Undang-Undang Transportasi Online.
  4. Kenaikan tarif bersih untuk roda empat.

Selain itu, FOYB juga mendesak pemerintah menghapus tiga fitur aplikasi yang dinilai merugikan, yakni program slot, fitur aceng/goceng, dan double order.

Perlindungan Hukum Mendesak

Rie menyoroti lemahnya posisi hukum pengemudi ojol yang hingga kini belum memiliki regulasi khusus.

“Hingga saat ini, belum ada Undang-Undang yang secara spesifik mengatur pengemudi ojol. Padahal di negara lain, regulasi sudah ada dan memberi perlindungan jelas,” tegasnya.

Menurutnya, ketidakjelasan status ketenagakerjaan dan perlindungan hukum membuat driver ojol rentan dimanfaatkan. Karena itu, FOYB mendesak pemerintah segera merumuskan regulasi yang adil dengan melibatkan perwakilan pengemudi.

Rie menegaskan bahwa perjuangan ojol bukan untuk hidup mewah, melainkan sekadar memenuhi kebutuhan dasar: makan, kesehatan, dan pendidikan anak.

“Mitra ojol yang sejahtera akan membantu menumbuhkan perekonomian akar rumput, memperkuat UMKM, dan mendukung target Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

FOYB pun mengimbau seluruh mitra ojol, mahasiswa, dan elemen masyarakat agar tidak terjebak dalam provokasi yang dapat memecah belah perjuangan.

“Kami tidak bisa terus dibiarkan diatur algoritma tanpa perlindungan negara. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi hak warga negara untuk hidup layak,” pungkas Rie. (*)