
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Adobe untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat yang memperkuat kreativitas manusia sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan para kreator.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan yang menggabungkan jangkauan nasional Indosat, teknologi dan perangkat kreatif berbasis AI dari Adobe, serta dukungan Kemenekraf dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.
“Fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang berakar pada budaya bangsa dan kreativitas masyarakatnya. Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya, agar ide-ide dapat dikembangkan, dilindungi, dan diwujudkan menjadi peluang yang lebih besar,” ujarnyadalam keterangan tertulis pada Rabu (17/6/2026).
Menurut Riefky, kolaborasi pemerintah dan industri diperlukan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab agar mampu bersaing di tingkat global. Melalui kerja sama ini, para kreator didorong untuk mengubah ide menjadi karya berdampak, kekayaan intelektual bernilai, dan sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang besar, namun masih membutuhkan akses terhadap perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat.
“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menyatakan pihaknya ingin membantu lebih banyak kreator Indonesia mengubah ide menjadi peluang nyata melalui akses terhadap teknologi kreatif dan pembelajaran berbasis AI.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Indosat akan memberikan akses premium gratis Adobe Express selama enam bulan kepada seluruh pelanggan. Adobe dan Indosat juga menyediakan materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Melalui Adobe Express dan modul pembelajaran berbasis AI, pelanggan Indosat dapat meningkatkan literasi AI, keterampilan storytelling digital, pembuatan konten, komunikasi visual, serta memahami cara mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi.
Adobe juga memilih Indonesia sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Program tersebut memungkinkan kreator memperoleh penghasilan langsung dari template yang mereka buat dan digunakan di platform Adobe Express.
Peserta terpilih akan memperoleh kesempatan menampilkan karya mereka dalam IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia. Program monetisasi tersebut juga akan didukung oleh ekosistem ekonomi kreatif Kemenekraf guna memperluas akses terhadap calon mitra, kolaborator, dan pasar.
Kolaborasi ini turut terintegrasi dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang digagas Kemenekraf. Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi ekonomi kreatif, adopsi teknologi dan AI, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Di sisi lain, platform pemberdayaan generasi muda milik Indosat, GENSi (Generasi Terkoneksi), akan menjadi salah satu penggerak utama program. Setelah menjangkau lebih dari 10.000 anak muda Indonesia melalui berbagai pelatihan literasi digital, GENSi menargetkan dapat menjangkau 15.000 peserta sepanjang tahun ini.
Indosat juga berencana menghadirkan penawaran khusus Adobe Express bagi pelanggan IM3 dan Tri agar berbagai perangkat kreatif dan teknologi AI semakin mudah diakses masyarakat di seluruh Indonesia.
Melalui sinergi tersebut, Kemenekraf, Indosat, dan Adobe berharap semakin banyak masyarakat mampu bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi kreator yang menghasilkan karya, membangun peluang usaha, serta memperoleh manfaat ekonomi dari kreativitas yang mereka miliki. (*)











