Tim Ahli Ungkap Pemicu Kebakaran Misterius di Sleman, Api Masih Sempat Muncul

0
5
Tim Geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pemindaian di rumah warga Sayegan yang kerap muncul api secara misterius. (istimewa)

Misteri kebakaran misterius yang berulang kali terjadi di rumah Fia, warga Kapanewon Seyegan, Sleman, mulai menemukan titik terang.

Tim Geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama kepolisian menyimpulkan kemunculan api diduga dipicu akumulasi gas metana yang terperangkap di material berpori seperti kasur, sofa, pakaian, dan kain.

Namun, meski sumber masalah telah diidentifikasi dan sejumlah langkah penanganan dilakukan, api masih sesekali muncul. Terakhir pada Jumat (29/5/2026) malam, api kembali membakar sebuah bantal dan wadah telur plastik yang digantung di tembok rumah.

Pakar Geologi UGM, Dr. Sarju Winardi, menjelaskan gas metana yang keluar dari bawah tanah dapat tersimpan di dalam material berpori. Ketika jumlahnya cukup banyak dan bercampur dengan oksigen, material tersebut berpotensi terbakar secara tiba-tiba.

“Gas metana ini keluar dan terakumulasi secara perlahan di dalam material seperti sofa, pakaian, kain, dan kasur. Ketika sudah mencapai titik jenuh dan berinteraksi dengan oksigen, material tersebut bisa terbakar,” kata Sarju.

Temuan itu diperkuat hasil pemindaian kamera termal yang menunjukkan adanya peningkatan suhu di sejumlah titik yang selama ini kerap menjadi lokasi munculnya api.

Tim ahli juga menemukan dugaan keterkaitan antara kemunculan gas dengan jalur air di rumah korban. Sebelumnya, titik api paling sering muncul di sekitar pipa air dan sumur.

Menurutnya, gas metana yang terlarut dalam air bawah tanah akan terlepas saat air dipompa ke permukaan, lalu berpotensi terakumulasi di dalam rumah.

Untuk memastikan hal tersebut, tim geologi akan mengambil sampel air sumur pekan depan.

Sebelumnya, Tim Gegana Polri menyimpulkan sumber awal gas metana diduga berasal dari kebocoran saluran septic tank. Meski saluran sudah diperbaiki, api masih muncul karena diduga masih ada sisa gas yang terperangkap di tanah dan material rumah.

Demi keselamatan, Fia bersama suami dan anaknya kini mengungsi ke rumah kerabat setiap malam. Mereka hanya datang pada siang hari untuk memantau rumah yang juga digunakan sebagai tempat usaha pemotongan ayam. (*)