
Warga Padukuhan Pojok Tiyasan, Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, menemukan jenazah seorang pria di dalam mobil Honda BR-V yang terparkir di Balai Padukuhan setempat, Minggu (12/4/2026) pagi.
Korban diketahui telah meninggal dunia dan diduga berada di dalam mobil tersebut selama sekitar satu bulan tanpa disadari warga.
Penemuan bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat warga bergotong royong di sekitar lokasi. Kecurigaan muncul ketika warga memeriksa mobil Honda BR-V berwarna Sand Khaki Pearl yang telah lama terparkir.
Dari dalam kendaraan, terlihat seorang pria dalam posisi duduk di kursi pengemudi dalam kondisi tidak bernyawa.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan korban berinisial ALB (29), mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis awal, korban diperkirakan telah meninggal sejak beberapa waktu lalu.
“Berdasarkan keterangan saksi, mobil tersebut sudah terparkir sekitar satu bulan atau sejak pertengahan Ramadan. Namun, warga baru menyadari adanya jenazah saat kegiatan gotong royong pagi tadi,” ujar Argo, Minggu (12/4/2026).
Hasil pemeriksaan Tim Inafis dan forensik RS Bhayangkara Polda DIY tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Polisi menduga korban meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) di dalam mobil yang tertutup rapat.
“Kematian diperkirakan terjadi antara 15 hingga 37 hari lalu. Korban diketahui meninggalkan rumah saudaranya di Condongcatur sejak 5 Maret 2026 tanpa membawa identitas,” jelasnya.
Dari dalam mobil, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, antara lain jam tangan, ponsel, tas pinggang, dan perangkat TWS.
Argo melanjutkan, pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jepara.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama jika menemukan kendaraan yang terparkir dalam waktu lama di ruang publik. (*)













