
KAI Commuter Area VI Yogyakarta memprediksi puncak mobilisasi masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2026 akan jatuh pada 22 hingga 24 Maret mendatang.
Guna menjamin kenyamanan pemudik, operator menambah jadwal perjalanan hingga 34 trip per hari serta menyiagakan fasilitas tambahan di titik keberangkatan terpadat.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa penambahan frekuensi ini dilakukan secara bertahap.
Pada periode 20-21 Maret dan 25-29 Maret, perjalanan Commuter Line Yogyakarta–Palur ditingkatkan dari 27 menjadi 31 perjalanan. Sedangkan pada puncak arus mudik (22-24 Maret), jadwal ditambah maksimal menjadi 34 perjalanan.
“Kami memproyeksikan total volume penumpang di Area VI mencapai 678.576 orang, naik 3% dari tahun lalu. Penambahan perjalanan ini adalah langkah kami memastikan kapasitas angkut harian mampu menampung hingga 51.956 orang di masa liburan ini,” ujar Karina.
Salah satu fokus utama layanan tahun ini adalah antisipasi kepadatan di Stasiun Lempuyangan. Sebagai stasiun yang kerap diserbu pemudik, KAI Commuter memasang fasilitas tenda tambahan untuk mengatur alur antrean agar pengguna tidak berdesakan dan terlindung dari cuaca.
Pelayanan juga diperkuat dengan pengerahan 371 petugas frontliner, termasuk penambahan 15 petugas Passenger Service Mobile (CS Mobile).
Petugas ini tersebar di stasiun besar seperti Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Purwosari, Solo Balapan, dan Palur untuk membantu penumpang secara proaktif, terutama bagi lansia dan keluarga yang membawa anak.
Hingga 14 Maret kemarin, tercatat sudah ada 74.420 orang yang menggunakan layanan Commuter Line di wilayah ini.
Untuk memastikan keamanan, KAI Commuter telah melakukan ramp check sarana sejak Februari dan menyiagakan 6 rangkaian kereta (trainset) untuk lintas Yogyakarta-Palur serta 2 rangkaian untuk Prameks.
“Kami mengimbau pengguna merencanakan perjalanan lebih awal melalui aplikasi Access by KAI untuk Prameks dan memastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik untuk Commuter Line agar terhindar dari antrean panjang di stasiun,” tutup Karina. (*)













