Cangkang Telur Retak dan Noda Kotoran Ayam di Menu MBG Sentolo, BGN Layangkan Teguran

0
43
Foto menu MBG yang diterima siswa di Kapanewon Sentolo, terlihat noda kotoran pada telur rebus yang dibagikan. (dokumentasi ortu siswa)

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, menuai kritik setelah ditemukan telur rebus yang tidak higienis dalam paket makanan siswa, Kamis (26/2). 

Sebagian telur yang dibagikan ditemukan dalam kondisi retak dan masih ditempeli noda kotoran ayam yang cukup banyak.

MB, salah satu orang tua siswa kelas 2 SD di Sentolo, mengungkapkan kekecewaannya atas temuan tersebut. 

Menurutnya, kondisi cangkang yang pecah sangat berisiko memicu kontaminasi bakteri ke dalam bagian telur yang akan dikonsumsi anak-anak.

“Tidak higienis, kotorannya bukan setitik, tapi cukup besar dan banyak. Kami menduga telur tidak dibersihkan dulu sebelum direbus,” ujar MB kepada wartawan pada Jumat (27/2/2026). 

Keluhan serupa juga dilaporkan marak terjadi di grup komunikasi orang tua siswa lainnya.

Menanggapi hal ini, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kulon Progo, Aini Ambarwati, memastikan telah melayangkan teguran resmi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait. 

BGN menginstruksikan pengelola SPPG dan pihak sekolah untuk segera melakukan evaluasi guna menjamin standar kebersihan pangan.

Di Kabupaten Sleman, Koordinator Wilayah SPPG Hening Sucahya, mewajibkan seluruh unit layanan memublikasikan harga pagu per item menu serta kandungan gizinya di media sosial mulai Kamis (26/2).

“Masyarakat dapat memantau rincian biaya setiap hari melalui Instagram atau Facebook. Ini ruang bagi publik untuk memberikan umpan balik langsung,” kata Hening.

Terkait besaran dana, Kepala SPPG Bumdes Tridadi Sleman 3, Anatansyah Ayomi Anandari, memaparkan rincian anggaran MBG. 

Untuk porsi kecil (balita hingga kelas 3 SD) dialokasikan Rp13.000, sedangkan porsi besar (kelas 4 SD ke atas) sebesar Rp15.000.

Namun, ia menekankan bahwa nilai murni makanan tidak mencapai angka tersebut. Dari total anggaran, sebesar Rp3.000 digunakan untuk biaya operasional (listrik dan air) dan Rp2.000 untuk insentif sewa fasilitas dapur. 

Walhasil, nilai bersih bahan makanan untuk porsi kecil hanya sebesar Rp8.000 dan porsi besar sebesar Rp10.000. (*)