Ekor Siklon Luana di Langit Jawa, Angin Kencang Terpa Jogja Sebabkan Kerusakan dan Korban Jiwa

0
70
Petugas gabungan berjibaku mengevakuasi pohon tumbang di Gondokusuman, Yogyakarta. (Dok bpbd diy)

Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis “Luana” yang berpusat di sekitar Pantai Barat Laut Australia memicu cuaca ekstrem di Yogyakarta. Fenomena atmosfer yang terjadi sejak Jumat (23/1/2026) malam ini tidak hanya memporak-porandakan infrastruktur di puluhan lokasi, tetapi juga merenggut dua nyawa di Kabupaten Sleman.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menjelaskan bahwa siklon tersebut memicu aktivitas angin kencang signifikan di lapisan udara atas wilayah Jawa. Kecepatan angin tercatat berkisar antara 10 hingga 45 knots, atau setara dengan 18 hingga 83 kilometer per jam.

Hembusan angin kencang ini terus menerpa wilayah DIY hingga Sabtu (24/1/2026) sore, menyebabkan kerusakan yang kian meluas.

Dampak paling fatal dari fenomena ini dirasakan di Kabupaten Sleman. Sebuah pohon randu raksasa dengan estimasi diameter 1,5 meter di Jalan Lembah UGM, Karangmalang, tumbang dan menimpa pengendara motor yang sedang melintas.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, mengonfirmasi insiden tragis di samping Polsek Bulaksumur tersebut menewaskan dua orang seketika, yakni warga Balikpapan berinisial S (66) dan seorang anak berusia 7 tahun berinisial AA. Kedua korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Berdasarkan pembaruan data situasi BPBD DIY per pukul 15.00 WIB, intensitas kerusakan di Sleman melonjak drastis hingga menyentuh 68 titik kejadian yang tersebar di 11 kapanewon.

Sapuan angin ribut ini menumbangkan setidaknya 62 pohon, merusak 35 unit rumah warga, memutus 13 jaringan listrik dan internet, serta menimpa enam kendaraan bermotor. Akses jalan di 14 lokasi juga sempat lumpuh total akibat tertutup material pohon.

Wilayah lain di DIY pun tak luput dari terjangan ekor siklon ini. Di Kota Jogja, kerusakan meluas ke 16 titik di delapan kemantren dengan belasan pohon tumbang yang menimpa tempat usaha hingga menara telekomunikasi.

Sementara itu, Kabupaten Bantul mencatat kerusakan di delapan titik yang sempat menutup akses jalan nasional, dan Kabupaten Kulon Progo mulai melaporkan kerusakan berupa pohon tumbang yang menimpa rumah di Kalibawang.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berjibaku di lapangan melakukan penanganan darurat. (*)