Update: Gempa Pacitan, 15 Warga di Bantul Luka-luka, 13 Bangunan Rusak

0
23
Balai kampung Tahunan yang mengalami kerusakan akibat gempa Pacitan. (bpbd diy)

Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,4 yang berpusat di selatan Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, berdampak signifikan di wilayah DIY. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul melaporkan hingga pukul 08.55 WIB, sebanyak 15 orang mengalami luka-luka akibat reruntuhan material bangunan saat guncangan terjadi.

Sekretaris Pelaksana BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo, mengonfirmasi peningkatan jumlah korban dan kerusakan infrastruktur.

“Korban luka saat ini terdata 15 orang. Paling banyak dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati sebanyak 6 orang,” jelas Bimo, Jumat pagi.

Selain di RSUD Panembahan Senopati, korban luka lainnya dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Bantul (3 orang) dan RSUD Saras Adyatma (2 orang). Sisanya mendapatkan penanganan di RSU Permata Husada, RSU St. Elisabeth, RSU Prambanan, dan fasilitas kesehatan lainnya.

Berdasarkan asesmen lapangan, kerusakan fisik bangunan menjadi faktor utama penyebab jatuhnya korban.

Data sementara mencatat 13 titik kerusakan yang tersebar di 10 Kapanewon, meliputi Jetis, Kasihan, Pundong, Imogiri, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Bantul, dan Pajangan. Kerusakan mencakup 7 unit rumah warga, 2 tempat ibadah, 2 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas kesehatan, dan 1 kantor instansi pemerintah.

Sementara itu, BPBD Kota Jogja juga melaporkan kerusakan atap di Balai Kampung Tahunan, Umbulharjo.

Koordinator Tim Observasi Stasiun Geofisika BMKG DIY, Budiarta, menjelaskan gempa ini berpusat di 90 km tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 km.

Gempa digolongkan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme naik (thrust fault).

Hingga pukul 06.58 WIB, BMKG mencatat 19 gempa susulan dengan magnitudo 1,9 hingga 4 SR. Meskipun guncangan dirasakan kuat, BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami. (*)