Toyota Rush ‘Adu Banteng’ Lawan PCX di Barat Tugu, Polisi Sebut Microsleep, Netizen Gak Percaya

0
68
Kendaraan yang terlibat kecelakaan di Barat Tugu Jogja. (dok polresta jogja)

Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dan sepeda motor terjadi di kawasan strategis Jalan P. Diponegoro, sebelah barat Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Minggu (18/1/2026).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.15 WIB ini diduga kuat akibat pengemudi mobil mengalami microsleep, meski alasan tersebut menuai perdebatan di kalangan warganet.

Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, membenarkan peristiwa tersebut. Kecelakaan bermula saat Toyota Rush bernopol AB-14xx-AA yang dikemudikan DM (36), warga Warungboto, Umbulharjo, melaju dari arah barat ke timur.

Sesampainya di TKP, mobil mendadak oleng ke kanan hingga masuk ke jalur lawan.

“Dugaan sementara pengemudi kurang konsentrasi atau mengalami microsleep, sehingga menabrak kendaraan dari arah berlawanan,” jelas Gandung.

Naas, di saat bersamaan melaju Honda PCX (AB-26xx-OR) yang dikendarai AI (19), pelajar asal Panjatan, Kulon Progo, dari arah timur. Karena jarak yang terlalu dekat, benturan tak terhindarkan.

Meski kerugian materiil ditaksir mencapai Rp5 juta, beruntung kedua belah pihak dinyatakan selamat tanpa mengalami luka fisik.

Kasat Lantas Polresta Jogja, AKP Alvian Hidayat, turut memperkuat dugaan penyebab kejadian.

“Info sementara microsleep, setelah kita tangani,” ujarnya singkat.

Namun, narasi microsleep ini ditanggapi dingin oleh publik di media sosial. Mengingat kejadian berlangsung pagi hari di jalur padat tengah kota, banyak warganet menyangsikan sopir hanya sekadar mengantuk.

“Jam 10 pagi kok microsleep? Itu jalan ramai bukan tol. Jangan-jangan micro-scrolling (main HP),” tulis salah satu warganet di kolom komentar.

Sebagian netizen bahkan mendesak polisi melakukan tes urine untuk memastikan kondisi pengemudi benar-benar prima dan bebas dari pengaruh lain.

Hingga berita ini diturunkan, polisi telah mengamankan barang bukti kendaraan dan mendata korban untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (*)