TKP Senopati akan Disulap Jadi Tempat Nongkrong, Pemkot Jogja Yakin Tetap Ramai Tanpa Bus Wisata

0
14
TKP Senopati yang kini kerap sepi imbas larangan parkir bagi Bus Pariwisata. (zukhronnee muhammad)

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo optimistis Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati tetap bisa ramai meski tak lagi menjadi kantong parkir bus pariwisata. Pemkot saat ini tengah menyiapkan penataan kawasan menjadi ruang nongkrong artistik tanpa pembangunan permanen.

Kebijakan ini menyusul larangan parkir bus wisata di core zone Sumbu Filosofi, termasuk Senopati.

Meski sempat dikeluhkan karena membuat kawasan sepi, Hasto menilai transformasi tersebut akan berdampak positif, seperti yang terjadi di Alun-alun Utara.

“Lebih cocok di situ untuk nongkrong, dekat Malioboro, strategis. Tidak ada bangunan permanen, tapi bisa dibuat artistik dan elegan. Nanti ada musik,” ujar Hasto, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan, TKP Senopati tetap difungsikan sebagai area parkir, namun hanya untuk kendaraan kecil dan minibus. Penghapusan bus besar dinilai dapat menghilangkan kesan kumuh akibat kepadatan parkir sebelumnya.

“Dulu di Alun-alun Utara bus juga masuk, sempat heboh saat dilarang. Tapi kemudian ada aktivitas baru dan tetap ramai. Senopati bisa seperti itu,” katanya.

Relokasi Pedagang Disiapkan

Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan opsi relokasi bagi pedagang yang terdampak. Sebanyak 73 lapak disediakan di dua lokasi yang masih melayani parkir bus wisata, yakni TKP Ngabean sebanyak 40 lapak dan TKP Menara Kopi sebanyak 30 lapak.

“Saya arahkan bus masuk ke Ngabean dan Menara Kopi supaya pedagang tetap laris. Pembagian lapak silakan didiskusikan pedagang, pemerintah tidak ikut campur,” ujar Hasto.

Ia menambahkan, relokasi bersifat opsional. Pedagang tetap diperbolehkan bertahan di Senopati sambil menunggu hasil penataan kawasan. (*)