Sosiolog UMY Khawatir Demo Berujung Benturan, GKR Mangkubumi Ajak Menjaga Jogja Bersama

0
8
Sosiolog sekaligus Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Zuly Qodir. (zukhronnee muhammad)

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Jogja tetap aman menjelang aksi demonstrasi pada 28 Oktober 2026. Ia berharap aspirasi masyarakat didengar pemerintah dan unjuk rasa berlangsung tertib tanpa tindakan anarkis.

Imbauan itu muncul di tengah kekhawatiran terhadap potensi benturan antara demonstran dan aparat keamanan.

Sosiolog sekaligus Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Zuly Qodir, menilai ada sinyalemen masyarakat seolah-olah akan dihadapkan dengan aparat.

Ia khawatir situasi yang memanas dapat mendorong aparat mengambil tindakan keras.

” Kemungkinan menggunakan cara-cara yang disebut militeristik menjadi sangat mungkin ketika nanti warga masyarakat semakin banyak yang bergerak untuk demonstrasi,” kata Zuly.

Menurut Zuly, gelombang protes yang membesar tidak bisa dilepaskan dari sikap pemerintah yang dinilai lambat merespons persoalan masyarakat. Ia mengingatkan agar kesalahan pengambil kebijakan tidak dibebankan kepada warga yang menyampaikan aspirasi.

“Yang salah sebetulnya para pembuat kebijakannya di bawah komando bos. Kalau bosnya tidak benar, anak buahnya tidak benar, lalu kemudian warganya jangan disalahkan dong,” ujarnya.

GKR Mangkubumi berharap aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik. Ia juga mengajak warga yang tidak mengikuti aksi untuk ikut menjaga ketenteraman di lingkungan masing-masing.

“Semoga aspirasi masyarakat tercapai. Mari kita bersama-sama menjaga Jogja,” kata GKR Mangkubumi, Selasa (27/10/2026).

Sementara itu, Zuly menilai aspirasi yang terus diabaikan berpotensi memperbesar perlawanan masyarakat. Menurut dia, demonstrasi merupakan salah satu cara warga menyuarakan tuntutan ketika merasa tidak didengar.

“Senjatanya orang-orang kalah kan ya salah satunya demo. Jadi kalau nanti makin lama makin banyak, ya tentu saja kemungkinan perubahan akan semakin cepat terjadi,” pungkasnya. (*)