Pemkot Jogja Mulai Normalisasi Tiga Sungai, Target 3,5 Kilometer Hingga Akhir September

0
79
Alat berat diturunkan untuk normalisasi sungai di Kota Jogja, Program ini ditargetkan berlangsung selama lima minggu, mulai akhir Agustus hingga akhir September 2025. (zukhronnee muhammad)

Pemerintah Kota Yogyakarta resmi memulai pengerjaan normalisasi tiga sungai perkotaan, yakni Kali Code, Kali Gajah Wong, dan Kali Winongo. Program ini ditargetkan berlangsung selama lima minggu, mulai akhir Agustus hingga akhir September 2025, dengan total panjang pengerukan mencapai 3,5 kilometer.

Kegiatan perdana dimulai Minggu (24/8/2025) dengan menurunkan dua alat berat di Bendungan Mergangsan. Puluhan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turut terjun ke sungai untuk membersihkan sampah bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

Hasto menyampaikan rasa syukur karena rencana yang diinisiasi sejak 2012–2014 akhirnya dapat terealisasi. 

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa kick off pekerjaan selama satu bulan sampai akhir September. Tugas kami pemerintah kota mengawal, menyediakan akses, menyiapkan truk-truk, dan tempat pembuangan material. Yang penting material tidak boleh dijual, harus untuk kepentingan umum,” tegasnya.

Ia menjelaskan, target pengerjaan mencakup pengerukan sepanjang dua kilometer di Kali Code, 500 meter di Gajah Wong, dan 500 meter hingga satu kilometer di Winongo. Pembersihan sungai diharapkan tidak hanya mengurangi pendangkalan, tetapi juga membuka potensi wisata sungai sebagai ruang publik warga. 

“Harapan saya, Kali Code, Kali Winongo, dan Gajah Wong bisa bersih dan menjadi outlet warga untuk menikmati pemandangan serta berwisata,” ujarnya.

Dukungan teknis datang dari Balai Besar Sungai melalui pengerahan alat berat dan penataan talut. 

Subkoordinator Pengendalian Pelaksanaan Irigasi dan Rawa, Rr Vicky Ariyanti, menegaskan bahwa normalisasi sungai ini akan mengembalikan fungsi alaminya. 

“Dengan normalisasi, aliran banjir bisa lebih lancar, genangan berkurang, dan fungsi sungai kembali sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Agus Maryono, Dekan Sekolah Vokasi UGM sekaligus penggiat sungai, menilai langkah Pemkot sebagai awal yang positif. Ia menekankan perlunya keterlibatan komunitas sungai agar masyarakat juga berperan aktif menjaga kebersihan. 

“Kalau komunitas sungai dihidupkan lagi, sampah bisa berkurang dan edukasi berjalan. Potensi sungai di Jogja juga besar untuk wisata edukasi ramah lingkungan,” ungkapnya.

Pemerintah Kota berencana melakukan evaluasi setelah tahap awal ini selesai. Ke depan, pengerukan dan pembersihan sungai akan dijadwalkan rutin minimal empat kali setahun. (*)