Paska Ledakan, Warga Menolak Pengoperasian Kembali SPBU Gedongtengen

0
120

Warga Pringgokusuman, Kelurahan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, menyatakan penolakan terhadap operasional kembali salah satu SPBU di wilayah mereka, menyusul dua insiden ledakan yang terjadi dalam waktu berdekatan.

Ketua RW 09 Heri Santosa mengatakan, insiden pertama berupa kebakaran kecil terjadi di area pompa pengisian. Selang sekitar dua pekan, ledakan besar terjadi di penampungan bawah SPBU, menyebabkan getaran hebat hingga terasa ke kawasan utara Stasiun Tugu.

“Kompor saya sampai melompat saat sedang memasak. Untung saja isi penggorengan tidak tumpah. Kalau tumpah bisa terbakar,” kata Heri, Senin (1/7/2025).

Menurutnya, garis polisi sempat terpasang usai insiden pertama, namun dilepas sebelum ada kejelasan investigasi. Bahkan, Heri mengaku sempat ditelepon seseorang untuk menandatangani pelepasan garis, namun ia menolak.

Warga mencurigai pengelolaan SPBU tidak memenuhi standar keamanan. Sebelumnya, mereka juga menemukan pencemaran tanah dan air sumur di sejumlah rumah, namun laporan ke instansi terkait tak membuahkan respon.

“Kalau tangki bawah sampai meledak, bisa habis satu kampung. Kami tidak bisa lagi percaya. Ini bukan soal uang atau asuransi, ini soal nyawa,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Penolakan disepakati dalam rapat warga pada 4 Juni lalu yang dihadiri lebih dari 40 kepala keluarga. Surat keberatan telah dilayangkan ke pengelola SPBU, kecamatan, dinas perizinan, hingga kepolisian. Spanduk penolakan juga telah dipasang.

“Trauma warga belum hilang. Jangan sampai ada korban jiwa baru kita menyesal. Kami tegas menolak,” tambahnya.

Warga RW 09 berencana memasang spanduk tambahan yang lebih besar jika pengelola tetap nekat mengoperasikan SPBU. (*)