Setelah panen wisatawan selama lebaran 2026, masih banyak puntung rokok ditemukan di kawasan Malioboro yang sejatinya berstatus Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Penemuan ribuan puntung rokok ini saat dilakukan pembersihan pada Selasa (7/4/2026).
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jogja, Dedi Budiono, mengaku prihatin. Ia menilai kesadaran pengunjung masih rendah, meski aturan larangan merokok sudah lama berlaku dan tempat khusus merokok (TKR) telah disediakan.
“Kami masih menemukan banyak puntung dan bungkus rokok. Ini ironis, karena Malioboro kawasan bebas rokok. Seharusnya ini jadi kesadaran bersama,” ujar Dedi.
Pembersihan tidak hanya di permukaan. Petugas juga menangani bau menyengat di area parkir andong dan becak yang meningkat selama libur panjang.
Penyemprotan air dan disinfektan dilakukan dari Malioboro hingga kawasan Titik Nol Kilometer.
Selain itu, tim dari Dinas Kebudayaan menyedot limbah di 12 titik cekungan di sisi barat Malioboro. Area tersembunyi seperti pelindung pohon dan grill saluran air turut dibersihkan karena kerap jadi tempat pembuangan sampah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti, menyebut kegiatan ini sebagai upaya memulihkan kondisi kawasan setelah padatnya kunjungan wisatawan.
“Kami ingin kebersihan jadi kebiasaan bersama. Momentum ini juga untuk menata kembali fasilitas publik, membersihkan vandalisme, dan memperbaiki estetika kawasan,” kata Yetti.
Pihaknya menegaskan, kenyamanan Malioboro tidak bisa hanya bergantung pada petugas. Kepatuhan pengunjung terhadap aturan, termasuk larangan merokok, menjadi kunci menjaga wajah kawasan tetap bersih dan nyaman. (*)














