UGM Desak Usut Tuntas Kematian Tidak Wajar Alumninya yang Menjadi Diplomat di Jakarta 

0
71
Suasana pemberangkatan Arya Daru Pangayunan di rumah duka, Banguntapan, Bantul. (istimewa)

Kematian tidak wajar menimpa diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39), yang ditemukan tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban di kamar kos kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7) pukul 08.30 WIB.

Penemuan jenazah lulusan Hubungan Internasional Fisipol UGM angkatan 2005 ini mengejutkan berbagai pihak. 

Dikutip dari detikNews, Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi membenarkan kejadian tersebut dan mengidentifikasi korban berinisial ADP asal Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Iya benar ada penemuan mayat, di kosan. Sekitar jam 08.30 WIB. Iya betul (kepala terikat solasi),” kata Rezha kepada wartawan, Selasa (8/7/2025) kemarin.

Kondisi kematian yang tidak wajar ini memicu desakan penyelidikan tuntas. 

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan Dr. Arie Sujito kepada wartawan pada Rabu (9/7/2025) mengatakan bahwa kepergian almarhum tampak tidka wajar.

“Meninggalnya almarhum yang nampak tidak wajar, perlu diusut tuntas, dan ini demi kemanusiaan dan tanggung jawab perlindungan negara pada warganya,” ujarnya.

Daru dikenal sebagai diplomat berprestasi dengan karier cemerlang. Kakak iparnya, Meta Bagus, mengaku syok mendengar kabar tersebut. 

“Kenangan saya dengan beliau tidak ada yang jelek, senang semua,” ungkap Bagus saat jenazah tiba di rumah duka Bantul, pada Rabu sore.

Kemenlu telah menyerahkan penyelidikan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Polisi kini mendalami motif dan kronologi kematian diplomat muda yang mengejutkan dunia diplomasi Indonesia ini.(*)