
Sebuah mural bergambar tengkorak Jolly Roger bertopi jerami, bendera bajak laut dalam anime One Piece di jalanan kampung wilayah Kalurahan Balecatur, Sleman, mendadak memicu pro-kontra.
Karya seni yang awalnya dibuat sembilan pemuda Karang Taruna itu kini terancam dihapus oleh pemerintah kalurahan.
Dandun Asmara, sekretaris Karang Taruna, menyebut mural tersebut hanya dibuat dari sisa cat secara gotong royong.
“Awalnya cuma iseng, niatnya buat merayakan kemerdekaan. Teman kami yang menggambar tokoh Luffy karena kami suka anime One Piece,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Namun, mural itu dinilai sarat makna. Kisah One Piece yang mengangkat perlawanan terhadap pemerintah dunia dianggap mencerminkan keresahan sosial.
“Kami enggak bermaksud apa-apa,” jelas Dandun.
Setelah viral, beredar kabar mural akan dihapus oleh aparat.
“Katanya Babinsa mau hapus langsung, tanpa minta kami bersihkan,” lanjutnya. Meski belum ada komunikasi resmi ke Karang Taruna, para tetua desa sudah menerima kabar tersebut.
Lurah Balecatur, Andri Septiyanto, membenarkan bahwa pihaknya kini tengah mendalami informasi ini melalui dukuh setempat. Ia mengaku tidak menyangka mural seperti itu muncul di wilayahnya.
“Dari kalurahan memang tidak ada larangan, tapi menurut kami simbol tersebut tidak pantas,” ujarnya.
Andri menegaskan, jika pemuda tidak bersedia menghapus, pihak kalurahan yang akan turun tangan.
“Jadi yang bersangkutan itu suruh hapus, kalau memang tidak mau, dari kalurahan yang akan menghapus,” tegasnya.
Menurutnya, menjelang hari kemerdekaan seharusnya masyarakat menampilkan simbol-simbol nasionalisme seperti bendera merah putih, bukan tokoh dari luar. (*)













