Usia 15 tahun bagi sebuah lembaga pendidikan sering kali menjadi titik balik kedewasaan. Hal inilah yang dirasakan keluarga besar SMK Cipta Bhakti Husada (CBH) Yogyakarta. Mengusung tema besar “Beyond Champion Divine Excellent”, sekolah kesehatan yang berlokasi di kawasan Lowanu ini merayakan hari jadinya dengan membawa kabar membanggakan: transformasi dari sekolah tanpa gedung menjadi pusat keunggulan (Pusat Keunggulan/PK) yang diakui hingga ke mancanegara.
Waka Humas SMK CBH, Nurhayani, S.Pd., sempat mengenang kembali masa-masa awal berdirinya sekolah ini. Siapa sangka, sekolah yang kini menjadi rujukan pendidikan kesehatan di Jogja ini dulunya harus berpindah-pindah karena belum memiliki bangunan sendiri.
“Dulu di awal kita belum punya gedung. Sekarang, alhamdulillah, semua kegiatan sudah terpusat di sini,” kenang Nurhayani di sela-sela perayaan puncak Dies Natalis ke-15, Rabu (29/4/2026).
Membidik Peluang di Negeri Sakura
Salah satu kado terindah di usia ke-15 ini adalah keberhasilan SMK CBH mengirimkan alumninya ke Jepang. Sektor caregiver (perawat lansia) menjadi peluang emas yang ditangkap dengan serius. Tercatat, tahun lalu ada tujuh siswa yang sudah berangkat, dan tahun ini antrean wawancara dengan mitra di Jepang terus berlanjut.
Pihak sekolah pun tidak main-main. Kurikulum bahasa Jepang (N5 hingga N4) sudah masuk dalam mata pelajaran reguler.
“Bagi kami, kompetensi perawat itu dasar, tapi bahasa dan budaya adalah kunci untuk bertahan (survive) di sana. Di Jepang, nasionalisme mereka tinggi, jadi penguasaan bahasa adalah harga mati,” tambahnya.
Tak hanya mengirim siswa ke luar negeri, SMK CBH juga menghadirkan inovasi yang tergolong baru di Yogyakarta, yakni rencana pembukaan Daycare Lansia. Program yang didukung oleh hibah SMK Pusat Keunggulan dari Kemendikbud ini akan menyulap sebagian fasilitas sekolah menjadi tempat perawatan lansia di siang hari.
Konsepnya bisa dibilang unik, para lansia diantar oleh keluarga di pagi hari, mengikuti berbagai aktivitas seperti senam dan bernyanyi bersama siswa, lalu dijemput kembali di sore hari.
“Kita ingin memberikan wadah bagi lansia agar tetap aktif dan bahagia, sekaligus menjadi tempat praktik langsung bagi siswa kami,” jelasnya.
Kepala SMK CBH, Wijayanta, S.Pd.Si. dalam sambutannya menekankan bahwa momentum 15 tahun ini adalah ajakan untuk terus bertumbuh. Di hadapan para mitra industri dan perguruan tinggi, ia menitipkan pesan mendalam bagi 298 siswanya.
“Jadikan momentum ini sebagai energi untuk terus mengabdi. Di samping kompetensi medis, etos kerja dan iman tetap menjadi modal utama di dunia kerja,” tuturnya.
Perayaan ini ditutup dengan meriah oleh penampilan seni dari siswa-siswi SMK CBH, yang seolah menegaskan bahwa meski mereka dididik di bidang kesehatan yang serius, semangat kreativitas mereka tetap meluap tanpa batas. (*)
















