Anak Diikat Seharian, SOP Kejam Daycare Little Aresha Terungkap

0
3
Little Aresha Daycare yang saat ini tutup dan dibentangi garis polisi. (zukhronnee muhammad)

Fakta mengejutkan terungkap dari kasus daycare Little Aresha. Balita diduga diikat sejak datang pagi hingga sore saat dijemput orang tua. Ironisnya, ikatan hanya dilepas saat momen tertentu terutama untuk dimandikan, makan, dan difoto sebagai “laporan” agar terlihat normal di mata orang tua.

Polisi menyebut praktik ini dijalankan sebagai sistem terstruktur demi efisiensi dan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, mengungkap anak-anak berada dalam kondisi terikat hampir sepanjang hari.

“Dari pagi diikat, nanti saat mau makan dilepas, dipakaikan baju, difoto untuk dikirim ke orang tua, lalu diikat lagi,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Kapolresta Jogja, Kombes Pol. Eva Guna Pandia, menambahkan anak-anak ditempatkan dalam ruangan sempit dengan ventilasi minim, lalu diikat menggunakan kain menyerupai tali, bahkan ada yang dikaitkan ke pintu.

Polisi juga menemukan praktik ini bukan inisiatif pengasuh, melainkan dijalankan sebagai “SOP” yang diawasi langsung oleh pimpinan. Ketua yayasan dan kepala sekolah disebut rutin datang untuk memastikan prosedur tersebut dijalankan.

Dari data penyidik, terdapat 103 anak terdaftar, dengan 53 anak telah teridentifikasi sebagai korban. Hasil visum menunjukkan luka lebam di pergelangan tangan dan kaki, diduga akibat ikatan.

Selain itu, pihaknya mendalami dugaan pemberian obat-obatan seperti CTM (Chlorpheniramine maleate) yang berguna untuk meredakan gejala alergi yang menimbulkan efek samping mengantuk.

“Tadi disampaikan sama dari pihak dinas, mungkin ada mengarah ke situ (daycare memberi obat CTM). Nanti ahli yang menyampaikan,” ujarnya.

Kengerian praktik ini tercermin dari perubahan perilaku korban anak. Salah satu orang tua, Galih (39), mengungkap anaknya yang berusia 17 bulan kerap bermain kabel dan melilitkannya ke tubuh sendiri.

“Anak saya suka melilit kabel ke tangan, kaki, bahkan kepala, lalu menangis,” ujarnya.

Ia juga menyebut anaknya sering terbangun malam sambil menangis histeris, hingga memukuli kepalanya sendiri. (*)