
Transformasi PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) menuju perusahaan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI TechCo) semakin konkret. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024 yang digelar pada Senin (2/6), perusahaan tidak hanya mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp2,7 triliun, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis digitalnya melalui perluasan kegiatan usaha dan penyesuaian izin sesuai klasifikasi industri terbaru.
Direktur Utama Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.
“Pembagian dividen ini menjadi bukti nyata neraca keuangan yang sehat serta komitmen memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan. Ini juga mencerminkan kepercayaan para pemegang saham terhadap arah strategis dan kemampuan eksekusi tim kami,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (28/5/2025).
RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2.702.617.958.197 atau Rp83,3 per saham. Kinerja keuangan yang solid sejak merger pada awal 2022 menjadi landasan kuat bagi tren kenaikan dividen ini.
Perusahaan juga menargetkan pembagian dividen hingga 70 persen dari laba bersih pada tahun 2026, menegaskan fokus pada pengembalian nilai kepada pemegang saham tanpa mengabaikan investasi jangka panjang dalam inovasi teknologi.
Seiring perubahan arah strategis, Indosat menyesuaikan izin usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 untuk mendukung ekspansi ke berbagai sektor digital.
Kegiatan usaha yang ditambahkan mencakup pemrograman dan pengembangan solusi berbasis AI, layanan TIK terintegrasi, konsultasi IoT, serta pengembangan layanan data untuk sektor kesehatan dan keuangan digital.
“Transformasi kami ke AI TechCo adalah langkah yang menyeluruh, bukan hanya di teknologi jaringan, tetapi juga pengembangan layanan dan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri,” kata Lee Chi Hung, Direktur Indosat Ooredoo Hutchison.
Ia menambahkan bahwa langkah ini membuka peluang kemitraan lebih luas dan diversifikasi pendapatan di sektor-sektor yang bertumbuh cepat.
Indosat juga mencetak pencapaian besar di level regional dengan menjadi operator pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan teknologi AI-RAN secara komersial. Teknologi yang diperkenalkan di ajang Mobile World Congress 2025 Barcelona melalui kerja sama strategis dengan Nokia dan NVIDIA ini mendukung efisiensi jaringan 5G Cloud RAN serta menurunkan konsumsi energi secara signifikan.
Selain itu, Indosat juga menggelar Indonesia AI Day for Mining Industry sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan AI dalam sektor pertambangan, yang dinilai memiliki potensi besar untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi.
Dalam rapat yang sama, para pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan 2024, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan pelimpahan wewenang untuk remunerasi Direksi, serta penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2025.
RUPST turut membahas laporan studi kelayakan dari Kantor Jasa Penilai Independen terkait penambahan kegiatan usaha, dan mengesahkan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar mengenai maksud dan tujuan kegiatan usaha.
RUPST juga menetapkan susunan baru Direksi yang akan mulai berlaku per 1 Agustus 2025 hingga penutupan RUPST tahun 2027, dengan tetap memberikan kewenangan bagi Rapat Umum Pemegang Saham untuk melakukan perubahan sewaktu-waktu.
Dengan fondasi finansial yang kuat, visi strategis jangka panjang, dan ekspansi ke ekosistem digital yang lebih luas, Indosat memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam industri teknologi di Indonesia dan kawasan.(*)












