IKA-PMII DIY Bangkit, Konsolidasi Diaspora untuk Perbaikan Pendidikan Nasional

0
208
Foto bersama usai pengukuhan pengurus Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta. (istimewa)

Setelah vakum lebih dari dua dekade, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi mengukuhkan pengurus wilayah periode 2025–2030 di Main Hall Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Jumat (1/8). 

Bertema “Mengistimewakan Yogyakarta, Membangun Indonesia”, momentum ini digadang sebagai kebangkitan IKA-PMII DIY yang terakhir aktif pada 2004.

Acara ini dihadiri lebih dari 385 orang, termasuk jajaran pengurus pusat PB IKA-PMII seperti H. Sultonul Huda (Majelis Pertimbangan), Drs. H. Zaini Rachman, M.H. (Wakil Ketua), dan H. Muhammad Nurpurnamasidi, S.Sos., M.AP. (Sekjend sekaligus Anggota Komisi X DPR RI). 

Turut hadir pula Anggota DPD RI KH. Dr. Hilmi Muhammad, Anggota DPR RI Kaisar Abu Hanifah, serta sejumlah kepala daerah, pejabat militer, tokoh kampus, hingga tokoh organisasi kepemudaan se-DIY.

Ketua Umum IKA-PMII DIY, Ahmad Anfasul Marom, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. “Ini momentum konsolidasi dan aktivasi organisasi yang mati suri sejak 2004. Kita ingin IKA-PMII DIY berdampak nyata,” ujarnya. 

Salah satu langkah konkret, lanjutnya, adalah forum terbatas di lantai 9 UNU Yogyakarta yang mempertemukan Dirjen Dikti Saintek, Kepala LLDIKTI V, dan para rektor guna membahas isu pendidikan tinggi, terutama soal kualitas SDM dan polemik Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Dengan kehadiran Sekjen PB IKA-PMII yang juga anggota Komisi X DPR RI, serta Ketum PB IKA-PMII H. Fatchan Subchi yang kini di BPK RI, ini forum strategis untuk membahas perbaikan kebijakan pendidikan nasional,” tambah Aan.

Suasana sakral pengukuhan diperkuat dengan berbagai elemen kebudayaan, mulai dari penyambutan hadroh, pementasan tari “Niti Laku”, hingga pembacaan ayat suci dan lagu mars PMII. Ketua PWNU DIY KH. Zuhdi Muhdlor bahkan tampak terharu. 

“Saya menitikkan air mata saat menyanyikan mars PMII, teringat masa mahasiswa,” ungkapnya.

Melalui tema pengukuhan, IKA-PMII DIY ingin mengambil peran lebih besar dalam pembangunan nasional dari Yogyakarta sebagai episentrum intelektual. 

Organisasi ini juga mendukung penuh program Future Leaders Fellowship (FLF) PB IKA-PMII di 16 kampus negeri dan tengah menyiapkan program Master Class yang relevan dengan kebutuhan generasi muda—dari startup, content creator, hingga teknologi pertanian.

“Kami ingin IKA jadi rumah bersama bagi seluruh alumni dan kader. Tidak hanya berkutat di politik dan akademik, tapi menembus sektor strategis lain demi Indonesia Emas 2045,” pungkas Aan Marom.(*)