Disebut Provinsi Termiskin se Jawa, Karena Masyarakat Jogja Gemar Menabung

0
10
Benny Suharsono, Kepala Bappeda DIY. (zukhronnee muhammad)

Disebut provinsi termiskin se-Jawa, Pemda DIY pamer angka harapan hidup di DIY yang tinggi. Bahkan Kulonprogo yang disebut sebagai salah satu Kabupaten termiskin selain Bantul menjadi kabupaten dengan usia harapan hidup paling tinggi di Indonesia yaitu 75 tahun, hal ini berarti tertinggi se Indonesia.

Meski sering kontradiksi atau anomali, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di DIY juga perlu jadi acuan penghitungan angka kemiskinan. Variabel IPM seperti usia harapan hidup, angka kebahagiaan, angka harapan rata-rata lama sekolah dan indeks kesejahteraan pun harus dihitung.

“Angka harapan sekolah mencapai 15,1 tahun atau penduduk diy sudah minimal mencapai D3, atau tertinggi kedua setelah DKI Jakarta,” kata Benny Suharsono, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (20/1/2023).

Benny mengatakan indikator kenaikan kemiskinan tidak bisa dibaca hanya dalam dari hitungan quarter per quarter atau tiga bulan terakhir yang dibandingkan periode yang sama tahun lalu seperti yang di sebut Badan Pusat Statistik (BPS).

“Mohon jangan dibaca sesempit itu. Karena proses perjalanan pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan memang bicara quarter to quarter atau akumulasi ke akumulasi. Kemarin dirilis [BPS] adalah dari tiga bulan terakhir naik,” ungkapnya.

Benny melanjutkan, jika dihitung year to year atau periode per tahun, maka angka kemiskinan di DIY justru mengalami  penurunan. Karena itu angka kemiskinan mestinya dibaca dari indikator lain selain hanya mengacu pada satu variabel.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budiharto Setyawan menambahkan, mayoritas warga DIY sebenarnya telah memiliki pekerjaan, namun secara statistik kemiskinan DIY dianggap masih tinggi. Karena pola konsumsi masyarakat DIY cenderung sederhana dan metode pengukuran statistik belum sepenuhnya bisa menggambarkan paritas daya beli atau purchasing power parity masyarakat DIY yang sebenarnya.

“Pola konsumsi masyarakat DIY cenderung unik yang relatif berbeda dibandingkan daerah lain. Mayoritas masyarakat DIY memiliki budaya yang kuat dalam menabung dibandingkan dengan konsumsi,” jelasnya

Hal tersebut tercermin dari tingkat simpanan masyarakat di bank yang selalu lebih tinggi dibandingkan tingkat kredit.

Secara rata-rata, rasio kredit dibandingkan dengan simpanan rumah tangga di DIY dalam 10 tahun terakhir berkisar 66,78 %. Jumlah itu tergolong rendah apabila dibandingkan dengan rasio ideal sebesar 80-90 % .

Dia mengatakan, kondisi tersebut terus menjadi problem secara statistik, karena penduduk dikategorikan miskin apabila rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

“Dengan demikian, semakin rendah pengeluaran penduduk maka akan semakin dekat dengan kemiskinan,” tutupnya.

Kontributor: Zukhronnee Muhammad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here