Berbeda dengan Harga Presiden, Buruh Kupas Bawang Beringharjo Hanya Dihargai Rp3.000 Perkilo

0
3
Buruh kupas bawang di pasar Beringharjo. (istimewa)

Buruh kupas bawang di Pasar Beringharjo, Kota Jogja, hanya menerima upah Rp3.000 per kilogram. Jika mengikuti angka Rp700.000 per kilogram yang disebut Presiden Prabowo Subianto, penghasilan mereka secara matematis bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam sebulan.

Ngatiyem, buruh kupas bawang yang telah lebih dari 10 tahun menjalani pekerjaan tersebut, justru heran mendengar tarif Rp700.000 per kilogram. Ia menyebut nominal itu tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Jan salahe pol (sangat salah). Reka-reka wae ngupas bawang sakmono (mengada-ada saja ngupas bawang segitu). Kalau semurah itu (harga bawang), ya tidak mungkin upahnya Rp700 ribu,” ujar Ngatiyem.

Ia berseloroh, jika upah mengupas bawang benar mencapai Rp700.000 per kilogram, para buruh seperti dirinya bisa membeli mobil setiap bulan.

Di Pasar Beringharjo, Ngatiyem bersama Lastri biasanya menerima pesanan kupas bawang dari pedagang pasar, warung makan, hingga kebutuhan pasokan hotel. Dalam sehari, mereka rata-rata hanya mampu mengupas 5-10 kilogram bawang.

Dengan tarif yang berlaku Rp3.000 per kilogram, penghasilan maksimal yang diperoleh sekitar Rp30.000 sehari. Jika pekerjaan dilakukan bersama dua atau tiga orang, pendapatan tersebut masih harus dibagi.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian buruh juga berjualan sayuran seperti kangkung dan bayam. Namun, sepinya pasar dan lemahnya daya beli membuat dagangan mereka terkadang hanya laku beberapa ikat dalam sehari.

Di tengah pendapatan yang terbatas, para buruh kupas bawang tetap menjalani pekerjaan hingga malam hari. Mereka mengaku hanya bisa bertahan dengan bersyukur atas kesehatan dan rezeki halal yang diperoleh. (*)