Museum Sandi Yogyakarta Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026

0
4
Museum Sandi Yogyakarta meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 Kategori Museum setelah mengungguli 10 museum nominasi dari berbagai daerah di Indonesia. (istimewa)

Museum Sandi di bawah naungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 Kategori Museum dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Museum yang mengangkat sejarah persandian nasional tersebut berhasil mengungguli 10 museum nominasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Penghargaan ini menjadi apresiasi pemerintah terhadap upaya Museum Sandi dalam merawat, melestarikan, dan mengenalkan warisan budaya persandian melalui media pembelajaran interaktif yang mengikuti perkembangan zaman.

“Keberhasilan meraih penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan museum,” ujar Kepala Museum Sandi, Setyo Budi Prabowo, dalam keterangannya pada Jumat (6/11/2026).

“Melalui penghargaan ini, Museum Sandi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ingatan sejarah, merawat warisan budaya, dan mewariskan pengetahuan persandian kepada generasi mendatang,” lanjutnya.

Penghargaan tersebut diberikan dalam penyelenggaraan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 pada Jumat (6/11/2026).

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) BSSN, Museum Sandi memiliki peran mengenalkan sejarah persandian nasional, mulai dari masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga perkembangan keamanan siber di era digital.

Pengelola Museum Sandi menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemangku kepentingan, mitra kerja, komunitas, hingga masyarakat luas. Penghargaan ini juga menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan inovasi edukasi keamanan informasi.

Sementara itu, Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo, menjelaskan bahwa AKI 2026 mencakup 12 kategori. Namun, penghargaan diberikan untuk tujuh kategori utama, termasuk kategori museum.

“Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada individu, komunitas, lembaga, dan pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi bagi pemajuan kebudayaan Indonesia,” kata Syukur.

Tujuh kategori tersebut meliputi Museum, Anjungan Daerah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Budaya, Media, Pemerintah Daerah, Indonesianis, serta Diaspora Indonesia.

Khusus kategori Museum dan Anjungan Daerah TMII, penilaian berfokus pada efektivitas lembaga dalam mengelola, merawat, dan memperkenalkan kekayaan budaya.

Syukur mengatakan, proses penetapan penerima penghargaan dilakukan melalui sejumlah tahapan evaluasi, mulai dari pemeriksaan berkas, penelaahan rekam jejak, hingga verifikasi lapangan oleh tim penilai independen.

“Penilaian tidak semata-mata didasarkan pada lamanya suatu lembaga berdiri atau popularitas seorang tokoh, tetapi juga memperhatikan substansi kontribusi, konsistensi kerja, capaian, dan relevansinya terhadap pemajuan kebudayaan,” ujar Syukur.

Raihan penghargaan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Museum Sandi untuk memperkuat perannya sebagai ruang edukasi publik, pusat pelestarian sejarah persandian, sekaligus penggerak budaya keamanan informasi di Indonesia. (*)