
Keceriaan mewarnai aula SMA Negeri 1 Kasihan, Bantul, Rabu (24/6/2026), saat para pemeran serial WeTV Samuel menyapa ratusan siswa dalam rangkaian roadshow hari ketiga mereka di Yogyakarta. Kehadiran Rafly Altama, Andy William, dan Yusuf Kartiko disambut antusias oleh para penggemar yang memenuhi lokasi acara.
Dalam kesempatan tersebut, para aktor tidak hanya berinteraksi dengan siswa, tetapi juga membagikan pengalaman menarik dan tantangan yang mereka hadapi selama proses produksi serial tersebut.
Samuel merupakan serial orisinal produksi MD Entertainment yang diadaptasi dari novel populer karya Ananda Putri di platform Wattpad. Sebagai bagian dari semesta cerita remaja yang memiliki basis penggemar besar, serial ini mendapat perhatian luas sejak diumumkan.
Andy William, pemeran Marvin, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama syuting. Salah satu yang paling berkesan adalah menjalani adegan berlatar Vietnam yang pengambilan gambarnya dilakukan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.
“Pengalaman paling berkesan buat kami di serial ini adalah, aku jadi bisa belajar adegan berantem, belajar mengontrol diri supaya tidak mudah emosi, dan juga banyak belajar soal motor. Biasanya aku tidak boleh naik motor, tapi di sini malah dibolehkan. Alhamdulillah,” ujarnya.
Tantangan lain juga dirasakan Rafly Altama yang memerankan karakter Farza. Ia mengungkapkan proses syuting yang berlangsung sekitar tiga bulan, termasuk masa persiapan sejak Februari, bertepatan dengan bulan Ramadan.
“Kami harus syuting adegan motoran saat bulan puasa,” kenang Rafly.
Menurutnya, cuaca panas saat pengambilan gambar menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, seluruh pemain berusaha tetap profesional untuk menghasilkan adegan terbaik.
“Walaupun melelahkan, tetap seru. Apalagi menjelang pukul lima sore, kami sudah senang karena sebentar lagi waktu berbuka,” katanya.
Suasana Kekeluargaan di Lokasi Syuting
Selain tantangan teknis, para pemain mengaku menikmati suasana kerja yang hangat selama proses produksi. Kedekatan antarpemain membuat aktivitas syuting terasa lebih menyenangkan.
Yusuf Kartiko mengatakan peran yang dimainkannya dalam Samuel memberikan pengalaman baru dalam perjalanan kariernya sebagai aktor.
“Kalau secara pribadi, yang paling aku rasakan adalah belajar menguasai karakter baru. Biasanya aku memerankan sosok yang lebih pendiam, sedangkan di sini aku mendapat karakter yang lebih aktif dan ekstrover,” ujarnya.
Ia menambahkan suasana santai di lokasi syuting membuat para pemain lebih mudah membangun chemistry.
Sementara itu, Andy William berseloroh bahwa pengalaman syuting tersebut terasa seperti “dibayar untuk nongkrong”. Pernyataan itu langsung diamini oleh Yusuf dan Rafly.
“Setiap hari kami bercanda, jadi suasananya tidak tegang,” kata Rafly.
Bagi Andy, kebersamaan yang terjalin selama produksi membuat momen perpisahan setelah syuting berakhir menjadi pengalaman yang paling mengharukan.

Para pemeran dalam serial Samuel saat memberikan keterangan kepada wartawan di SMA N 1 Kasihan, Bantul, Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)
Cerita di Balik Adegan Motoran
Adegan motoran yang menjadi salah satu ciri khas serial ini juga menyimpan cerita tersendiri. Andy dan Yusuf mengungkapkan salah satu rekan mereka, Vincent, sempat hampir mengalami insiden saat belajar mengendarai motor kopling.
“Dia baru belajar motor kopling. Saat itu koplingnya dilepas sebelum motor dinetralkan, jadi motor langsung maju,” kata Andy.
Beruntung, kru dan pemain lain yang berada di lokasi segera membantu mengendalikan situasi sehingga tidak terjadi kecelakaan.
“Selalu ada orang yang menjaga, jadi aman,” tambahnya.
Di balik aksi dan romansa remaja yang ditampilkan, para pemain menilai Samuel juga mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan anak muda.
“Serial ini menceritakan kehidupan remaja sekolah yang sedang mengalami berbagai fase dalam hidupnya. Banyak hal baru yang mendorong mereka keluar dari zona nyaman,” tutur Rafly.
Menurutnya, cerita yang disajikan tidak hanya berfokus pada percintaan atau dunia geng motor, tetapi juga menampilkan berbagai konflik dan pelajaran hidup yang relevan bagi remaja.
Menutup sesi perbincangan, Yusuf mengajak para siswa untuk menyaksikan Samuel karena menghadirkan cerita yang dekat dengan realitas kehidupan generasi muda saat ini.
“Yang jelas, serial ini mengangkat banyak isu penting. Jadi ceritanya tidak terasa klise. Wajib ditonton,” ujarnya yang disambut tepuk tangan para siswa. (*)













