Patuhi Aturan Konservasi, Keraton Jogja Tiadakan Barisan Gajah di Garebeg Sawal 2026

0
38
Gajah digunakan saat upara Garebeg di Keraton Yogyakarta. (istimewa)

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan menggelar Hajad Dalem peringatan Idulfitri 1447 H atau Tahun Dal 1959 pada pekan depan.

Namun, ada perbedaan pada prosesi tahun ini. Rombongan gajah atau liman dipastikan tidak akan ikut dalam arak-arakan Garebeg Sawal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Keputusan tersebut diambil sebagai respons Keraton terhadap kebijakan pemerintah terkait perlindungan satwa.

Hal ini merujuk pada Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI tentang penghentian peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi.

“Sehubungan dengan SE Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang, maka liman tidak akan berpartisipasi dalam Garebeg Sawal Dal 1959,” tulis akun Instagram resmi Keraton, @kratonjogja, Kamis (12/3/2026).

Rangkaian Hajad Dalem diawali dengan Gladhi Resik prajurit pada Sabtu (14/3) di kawasan Kamandungan Kidul hingga Alun-alun Kidul.

Prosesi utama Garebeg Sawal akan digelar pada Jumat (20/3) dengan rute Pagelaran, Masjid Gedhe, Kepatihan, hingga Pura Pakualaman.

Pada hari yang sama juga dilaksanakan Ngabekten Kakung serta pementasan wayang kulit Bedhol Songsong.

Seiring pelaksanaan acara tersebut, Keraton menutup sementara beberapa destinasi wisata. Unit wisata Kedhaton dan Tamansari tidak dibuka untuk umum pada Jumat (20/3) dan Sabtu (21/3).

Meski demikian, wisatawan masih dapat mengunjungi Kagungan Dalem Wahanarata yang tetap beroperasi pukul 09.00–14.00 WIB.

Seluruh rangkaian Hajad Dalem akan ditutup dengan prosesi Ngabekten Putri pada Sabtu (21/3). Meski tanpa kehadiran gajah dalam arak-arakan, prosesi sakral dan barisan prajurit Keraton tetap menjadi daya tarik utama peringatan Idulfitri tahun ini.