Target Zero Tumpukan Sebelum Natal, DLHK DIY Kebut Pembersihan Depo Sampah

0
62
Pengambilan sampah dari depo Argolubang Kota Jogja. (zukhronnee muhammad)

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menetapkan target ketat penanganan sampah di Kota Yogyakarta jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Balai Pengelolaan Sampah DLHK DIY, Aris Prasena, memastikan seluruh tumpukan sampah di depo-depo kritis akan terkondisikan maksimal tanggal 22 Desember 2025.

Aris menjelaskan, per 15 Desember, beberapa depo vital seperti di kawasan RRI, Mandala, dan Pengok sudah berstatus bersih. Sementara kawasan Jalan Katamso masih dalam kondisi terjaga.

Kini, fokus penanganan DLHK DIY bergeser ke wilayah sisi Barat dan Tengah kota yang volume sampahnya mulai meningkat.

“Hari ini silakan dicek sampai Rabu, konsentrasinya di empat titik: Argolubang, Serangan, Tamansari, dan Prenggo. Insyaallah sebelum tanggal 20, maksimal tanggal 22 nanti semua sudah terkondisikan,” tegas Aris saat dihubungi, Senin (15/12/2025).

Strategi penanganan Nataru kali ini menggunakan skema pembagian peran. Pemda DIY melalui Balai akan fokus pada hilir, yakni mengevakuasi sampah dari depo yang penuh ke TPA Piyungan.

Sementara itu, Pemkot Jogja diminta fokus pada kebijakan taktis di hulu, termasuk pengendalian sampah di venue keramaian dan lokasi wisata.

Aris menambahkan, skema bantuan evakuasi ke Piyungan ini akan berlangsung hingga minggu pertama Januari 2026 atau hingga berakhirnya masa libur sekolah (2-3 Januari).

Prioritas pembersihan dibagi dua tahap: area sekitar tempat ibadah dibersihkan sebelum Natal, dan area akomodasi serta kawasan Malioboro dibersihkan sebelum Tahun Baru.

Meski memberikan bantuan evakuasi, Aris tetap menyoroti kinerja pengolahan sampah mandiri Kota Jogja yang dinilai belum optimal.

Berdasarkan data, dari total timbulan sampah kota sekitar 330 ton per hari, lebih dari 50 persen (sekitar 150 ton) adalah sampah organik. Namun, pengurangan organik saat ini baru mencapai angka 25 ton.

“Kalau organiknya bisa terselesaikan, itu hampir mencapai 50 persen pengurangan. Kami harap teman-teman kota mengoptimalkan jemput bola dan pemilahan dari penggerobak,” tutupnya. (*)