Jangan Ragu Liburan ke Jogja, Dinpar Pastikan Destinasi Wisata Tetap Buka dan Aman

0
84
Tebing Breksi, salah satu destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. (istimewa)

Bagi Anda yang sudah menyusun rencana liburan akhir tahun ke Jogja, tidak perlu cemas. Kabar mengenai potensi tanah longsor di sejumlah kawasan wisata memang sempat menjadi perbincangan, namun Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY memastikan situasi di lapangan tetap kondusif dan aman dikunjungi.

Pemda DIY menegaskan tidak ada penutupan objek wisata. Semua destinasi favorit yang mungkin sudah masuk dalam bucket list liburan Anda tetap beroperasi seperti biasa.

Kepala Dinpar DIY, Imam Pratanadi, meminta wisatawan untuk tetap tenang. Ia menjamin bahwa kenyamanan dan keselamatan pelancong adalah prioritas nomor satu.

“Masyarakat tetap tenang dan silakan lanjutkan rencana kunjungannya. Keamanan wisatawan adalah prioritas utama kami, dan setiap risiko sudah ada prosedur mitigasinya,” ungkap Imam, Selasa (9/12/2025).

Memang benar, berdasarkan pemetaan BPBD DIY, ada tiga kawasan eksotis yang punya kontur tanah rawan longsor, yakni Perbukitan Menoreh di Kulon Progo, Pegunungan Sewu di Gunungkidul, serta kawasan Imogiri di Bantul.

Deretan nama tempat hits seperti HeHa Sky View, Hutan Pinus Mangunan, Nglanggeran, Goa Pindul, hingga kawasan syahdu di Puncak Widosari masuk dalam pemetaan ini.

Namun, Imam meluruskan bahwa status “rawan” ini adalah bentuk kewaspadaan standar untuk mitigasi, bukan berarti lokasinya sedang berbahaya.

Faktanya, data berbicara lain. Sejak 2023, insiden longsor di area wisata sangat minim. Tercatat hanya pernah terjadi satu kali di area parkir Tebing Breksi, Sleman, dan tidak ada kejadian yang mengganggu aktivitas wisata secara berarti.

“Longsor memang fenomena alam, tapi pemetaan ini justru cara kami untuk waspada dan melakukan mitigasi lebih awal,” jelasnya.

Di lapangan, pengelola wisata juga tidak tinggal diam. Rambu-rambu peringatan dan jalur evakuasi sudah dipasang, peralatan keselamatan rutin dicek, dan petugas selalu siaga memantau situasi.

Jadi, kuncinya adalah tetap waspada namun tidak perlu panik berlebihan. Sebagai langkah bijak, wisatawan disarankan rajin memantau ramalan cuaca dari BMKG atau mengecek situasi lokasi lewat CCTV sebelum berangkat. (*)