Kasus Tumbler Viral Kontras dengan Data, 994 Barang Tertinggal Didominasi Laptop, Ponsel dan Powerbank 

0
87
Etalase Lost and Found di Stasiun Yogyakarta. (istimewa)

Kasus kehilangan tumbler yang viral di media sosial dalam dua hari terakhir ikut menyoroti isu barang tertinggal di transportasi publik. 

Namun, data KAI Daop 6 Yogyakarta menunjukkan tren berbeda: barang yang paling sering tertinggal justru bukan tumbler, melainkan perangkat elektronik dan dompet.

Sepanjang Januari–Oktober 2025, tercatat 994 barang tertinggal di lingkungan Daop 6 dengan total nilai sekitar Rp1,8 miliar. Dari jumlah itu, 84% sudah diambil kembali pemiliknya, sementara sisanya masih menunggu verifikasi. 

“Barang yang paling banyak ditemukan meliputi laptop, telepon genggam, dompet, hingga powerbank,” ujar Manager Humas KAI Daop 6 Feni Novida Saragih pada Jumat (28/11/2025).

Ia melanjutkan, kejadian viral kehilangan tumbler menjadi pengingat bahwa barang pribadi sepenuhnya merupakan tanggung jawab penumpang.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memeriksa barang bawaannya saat akan meninggalkan stasiun atau setelah turun dari kereta. Jika tertinggal, penumpang dapat menghubungi petugas atau layanan Lost & Found maupun Contact Center 121,” ujar Feni.

Ia menjelaskan pengumuman berkala terus disampaikan petugas announcer untuk mengingatkan penumpang agar tidak meninggalkan barang di kursi, rak bagasi, maupun area publik. Manajemen waktu juga penting agar penumpang tidak terburu-buru.

“Datang lebih awal, bawa barang secukupnya, dan fokus saat turun dari kereta untuk meminimalkan risiko barang tertinggal,” katanya.

Setiap barang yang ditemukan langsung didata dan dimasukkan ke sistem Lost & Found untuk mempercepat proses pencocokan dengan pemilik. Barang dapat diambil kembali setelah verifikasi sesuai prosedur.

KAI berharap insiden yang viral dapat menjadi momentum bagi penumpang untuk lebih waspada, sekaligus menunjukkan pentingnya sistem pengelolaan barang tertinggal dalam menjaga kenyamanan layanan kereta api. (*)