Ribuan Buruh Tuntut Revisi UU Ketenagakerjaan dalam Aksi May Day di Yogyakarta

0
105
Aksi buruh turun ke jalan menuntut revisi UU Ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan saat memperingati Hari Buruh Internasional di sepanjang jalan dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer. (zukhronnee muhammad)

Ribuan buruh turun ke jalan menuntut revisi UU Ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan saat memperingati Hari Buruh Internasional, Kamis (1/5/2025). Massa dari berbagai elemen termasuk pekerja, buruh, tani, dan pekerja kreatif memadati ruas jalan protokol dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer.

“Hari buruh bukan acara happy-happy tanpa perjuangan. Aksi ini adalah antitesis dari peringatan yang hanya berisi gobak sodor dan lomba,” tegas Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, Irsyad Ade Irawan saat berorasi di depan Kantor DPRD DIY.

MPBI DIY mengeluarkan 13 tuntutan kepada pemerintahan Prabowo Subianto. Tuntutan utama adalah revisi UU Ketenagakerjaan sesuai putusan Mahkamah Konstitusi yang telah menyatakan UU Cipta Kerja cacat formil dan inkonstitusional.

“Pemerintah malah sibuk merevisi UU TNI dan Polri yang tidak urgent. Kami menuntut revisi UU Naker secara menyeluruh dan partisipatif, bukan atas titah oligarki,” ujarnya.

Tuntutan lain meliputi pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, RUU Perampasan Aset untuk menindak koruptor, dan UU transportasi online untuk melindungi pekerja aplikasi. Para buruh juga menuntut kenaikan upah 50 persen karena upah di Yogyakarta dinilai sangat rendah.

Di tingkat lokal, massa mengkritik penggusuran untuk proyek Sumbu Filosofi. 

“Demi memuaskan UNESCO, Pemda DIY justru menggusur rakyat kecil di TKP ABA, Stasiun Lempuyangan, dan Teras Malioboro. Kita meminta pembangunan Jogja yang lebih inklusif,” ujar Irsyad.

Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga siang ini dikawal ketat oleh 1.114 personel gabungan TNI-Polri. 

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengunjuk rasa.

“Potensi kericuhan kami harapkan tidak terjadi. Kemarin sudah koordinasi, dan mereka berkomitmen menjaga ketertiban,” ujar Aditya sambil mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur yang dilewati massa aksi.

Para pengunjuk rasa melakukan long march dari Tugu menuju TKP Abu Bakar Ali, lalu ke kantor DPRD DIY, dan berakhir di Titik Nol Kilometer dengan diiringi orasi di setiap titik pemberhentian. (*)