Dari Cagar Budaya ke Digital Trust: RS Bethesda Buktikan Pelayanan Makin Prima

0
126
Direktur RS Bethesda Edy Wibowo didampingi jajarannya menyampaikan keterangan pers terkait transformasi layanan dan budaya pelayanan publik yang telah dilakukan RS Bethesda. (istimewa)

Rumah Sakit Bethesda mencatat capaian membanggakan di ranah digital dengan meraih rating 4,8 dari lebih 6.600 ulasan positif di Google Review per Oktober 2025. Prestasi itu diraih bertepatan dengan usia rumah sakit tertua di Yogyakarta tersebut yang genap 126 tahun.

“Google Review merupakan indikator obyektif sekaligus refleksi internal kami, baik tenaga medis maupun nonmedis, untuk senantiasa memberikan kepuasan kepada konsumen,” ujar Direktur RS Bethesda, dr Edy Wibowo SpM MPH, dalam konferensi pers di rumah sakit setempat, Kamis (6/11/2025).

Didampingi Wakil Direktur Pendidikan, Riset & Pengembangan Mutu Ns Wahyu Widiyanto S Kep FisQua, Manajer Bisnis Relasi dr C Dandung Bawono SpA MSc, serta Ketua Smile Campaign FA Muji Raharjo S Kep, Edy menyampaikan rasa syukur atas peningkatan pelayanan meski rumah sakit menghadapi keterbatasan fisik.

Bangunan utama di Jalan Jenderal Sudirman yang berstatus cagar budaya tidak memungkinkan untuk pengembangan besar, sehingga pihaknya berfokus pada pelayanan cepat dan tepat.

“Ini upaya yang kita lakukan,” kata Edy.

Semangat itu sejalan dengan moto legendaris rumah sakit, “Tolong Dulu, Urusan Belakang,” dan nilai pitulungan yang menjadi dasar pelayanan Bethesda sejak berdiri pada 1899.

Menurut dr Dandung Bawono, pada Januari 2025 rating Google Review RS Bethesda masih di angka 4,1 dari 1.300 ulasan, dengan banyak komentar publik menyoroti aspek keramahan dan kualitas layanan. Untuk merespons hal itu, manajemen meluncurkan program Smile Campaign — SalsaBejo (Salam Sapa Bethesda Jogja).

“Program ini membangun budaya kerja yang lebih ramah, solutif, dan penuh empati dari lini terdepan hingga seluruh SDM rumah sakit,” jelas Dandung.

Sebanyak lebih dari 1.000 staf medis dan nonmedis mengikuti pelatihan keramahan dan salam khas Bethesda Jogja tersebut.

FA Muji Raharjo menambahkan, rumah sakit juga membentuk Satgas Senyum untuk memastikan budaya pelayanan prima terus terjaga.

“Kami memastikan transformasi budaya pelayanan menjadi semakin baik,” ujarnya.

Hasilnya, selama 281 hari atau sembilan bulan, program Smile Campaign terbukti efektif. Sentimen positif publik meningkat, angka keluhan menurun, dan ulasan positif melonjak tajam.

Adopsi Teknologi dan Inovasi

RS Bethesda kini juga memperkuat layanan dengan teknologi medis modern seperti Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk diagnosis dan penanganan stroke, Wellness Program, Bethesda Sport Medicine Centre, serta Bethesda Medical Tourism.

Sebagai bagian dari roadmap pelayanan unggul 2025, rumah sakit akan merenovasi gedung poliklinik rawat jalan dan ruang rawat inap untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Edy menegaskan RS Bethesda merupakan rumah sakit nirlaba, dan seluruh keuntungan dialokasikan kembali untuk pengembangan layanan dan pengadaan alat medis canggih.

Capaian ini juga dianggap sebagai bentuk nyata pesan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada HUT ke-125 tahun lalu agar Bethesda terus menjaga asa dan kepercayaan masyarakat Yogyakarta.

Pada Oktober 2025, rumah sakit yang juga meraih penghargaan dari BPJS Kesehatan sebagai RS Tipe B terbaik di DIY serta penghargaan internasional dari World Stroke Organization itu melayani 27 ribu pasien rawat jalan dan 1.400 pasien rawat inap.(*)