Pengayuh Enggan Pakai Becak Listrik, Ketua Paguyuban Minta Pemnda DIY Tegas pada Bentor

0
68
Becak motor (Bentor) leluasa melintas di ruas jalan Malioboro Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

Program becak listrik yang digagas Pemerintah Daerah DIY belum sepenuhnya diminati pengayuh becak wisata. Sebagian besar masih memilih menggunakan becak motor (bentor), meski angkutan penumpang tersebut ilegal.

Bentor sebenarnya dilarang beroperasi di kawasan sumbu filosofi Malioboro yang telah ditetapkan sebagai zona rendah emisi. Namun pada kenyataannya Bentor masih bersliweran di ruas jalan Malioboro. Bahkan pada jam larangan bagi kendaraan bermotor pada pukul 17:00 – 22:00 WIB.

Ketua Paguyuban Becak Wisata Yogyakarta, Paimin Ahmad Sarjono (72), menyayangkan sikap pengemudi yang enggan beralih ke becak listrik. Padahal, kendaraan tersebut lebih ringan dan efisien. 

“Ada yang dikasih saja enggak dipakai. Katanya ‘roso motore’ (Lebih kuat becak motor-red). Padahal ya enggak rusak, malah lebih nyaman dan enggak menguras tenaga,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (23/10/2025).

Paimin menilai, pemerintah harus bersikap tegas agar aturan bebas polusi di Malioboro benar-benar berjalan. “Enggak usah pakai becak motor. Becak listrik juga bisa hidup, asal nurut aturan pemerintah,” tegasnya.

Saat ini jumlah becak listrik di Yogyakarta baru mencapai 90 unit. Sebanyak 50 unit merupakan produksi 2020–2023, dan 40 unit lainnya diluncurkan tahun 2024. Setiap koperasi mendapat jatah antara 10 hingga 15 unit.

Paimin menambahkan, perawatan becak listrik relatif mudah. Ia berharap pemerintah menambah unit dan memperkuat dukungan sektor pariwisata. 

“Kalau cuma 90 unit enggak terasa. Dinas Pariwisata juga perlu mendorong hotel-hotel menyediakan kendaraan listrik,” katanya.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa program becak listrik telah dicanangkan Dinas Perhubungan DIY sejak dua tahun terakhir. 

“Memang belum efektif, karena tahun pertama dan kedua itu baru kita lihat ada kelemahannya atau tidak. Ini yang kami monitoring terus,” ujarnya.

Made juga mengimbau masyarakat menggunakan kendaraan tradisional ramah lingkungan seperti becak listrik untuk menuju Malioboro. 

“Kami juga ada kerja sama dengan UKPACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions) dari Inggris untuk mengkaji implementasi program tersebut,” katanya. 

Menurutnya, jika hanya mengandalkan Pemda DIY, peralihan dari bentor ke becak listrik tidak akan tercapai cepat. (*)