Ratusan Siswa di Tiga Sekolah Sleman Keracunan Usai Santap Opor Ayam MBG

0
70
Suasana di Puskesmas Mlati 2 tempat beberapa siswa yang diduga keracunan mendapatkan perawatan. (istimewa)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah ratusan siswa di wilayah Kapanewon Mlati, Sleman, mengalami gejala keracunan massal. Diduga, insiden itu terjadi usai para siswa menyantap menu MBG yang terdiri dari opor ayam, tahu, dan acar.

Data sementara mencatat hampir 300 siswa dari tiga sekolah—MAN 3 Yogyakarta (Mayoga), SMP Negeri 2 Mlati, dan SD Jombor Lor—mengalami gejala seperti pusing dan diare sejak Kamis (23/10/2025) malam.

Sebagian besar kini menjalani perawatan di Puskesmas Mlati 2, sementara satu siswa dirujuk ke RSA UGM untuk penanganan lebih lanjut.

Pelaksana Tugas (Plt) Panewu Mlati, Arifin, mengungkapkan gejala mulai muncul sejak Kamis malam.

“Menurut informasi, siswa di Mayoga semalam ada 214 orang, tapi yang dibawa ke sini pagi ini sekitar 20 orang. Kalau di SMP 2 Mlati sekitar 35 siswa, dan SD Jombor Lor ada 13 orang,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).

Ia menjelaskan, pihaknya masih menelusuri penyebab pasti kasus tersebut. “Kita lihat apakah karena makan tadi pagi atau yang kemarin. Bisa jadi dari menu sebelumnya, tapi kita belum tahu,” kata dia.

Dinas Kesehatan Sleman telah mengumpulkan sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Menu MBG untuk SD yang dibagikan Jumat pagi juga diperiksa.

Sebagian besar siswa mengalami gejala ringan dan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat obat.

“Semua dibawa ke sini, dicek, sebagian besar rawat jalan, hanya satu yang sempat diinfus,” tambahnya.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan para siswa mengalami gangguan pencernaan ringan. Pemerintah kecamatan bersama Dinkes Sleman masih menyelidiki apakah sumber keracunan berasal dari bahan makanan, proses pengolahan, atau distribusi menu MBG di sekolah-sekolah tersebut. (*)