Titiek Soeharto dan Gerindra DIY Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Sesuai Standar

0
95
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto bersama jajaran Fraksi Gerindra DPR RI meninjau program MBG di SMP Negeri 1 Depok, Sleman. (istimewa)

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan higienitas makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu ia sampaikan saat meninjau pelaksanaan program di SMP Negeri 1 Depok, Sleman, Kamis (9/10/2025).

Kedatangan Titiek disambut ratusan siswa yang mengenakan busana adat Jawa dan menampilkan tarian tradisional.

Ia hadir bersama jajaran Fraksi Gerindra DPR RI untuk memastikan program nasional tersebut berjalan sesuai tujuan, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan dan menekan angka stunting.

Dalam kunjungan itu, Titiek meninjau para siswa yang tengah menikmati makan siang di kelas, menanyakan menu yang disajikan, dan mengecek kebersihan dapur penyedia makanan.

“Tolong dijaga betul kebersihan dan higienitasnya. Menu harus seimbang dan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak,” ujarnya.

Titiek menilai MBG bukan sekadar program pemberian makan gratis, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi sehat dan produktif.

“Senang sekali ada makan bergizi gratis, apalagi Bu Titiek datang lihat kami,” kata Nafiah Aulia Rahma, salah satu siswi.

“Sekarang lebih semangat belajar. Sudah ada makan siang gratis, jadi enggak perlu jajan di luar,” tambah Hanaafi Warohmat, siswi kelas IX.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY, M. Lisman Puja Kesuma, menegaskan partainya akan mengawal pelaksanaan MBG di lapangan.

“Gerindra memastikan program ini memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Ini tanggung jawab bersama demi generasi masa depan,” ujarnya.

Lisman juga mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, dan izin PBG bagi dapur penyedia MBG.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DIY, Anton Prabu Semendawai, menambahkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), dan pelaku usaha katering agar distribusi dan kualitas makanan tetap terjaga.

Sementara Panewu Depok, Djoko Muljanto, menyebut program tersebut sudah menjangkau 30 ribu penerima manfaat dari 10 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayahnya. (*)