Waspada Super Flu, Satu Kasus Pernah Terdeteksi pada Bayi di Sleman

0
85
Ilustrasi masker dan hand sanitizer. (ai image generated)

Dinas Kesehatan DIY secara resmi mengonfirmasi temuan kasus perdana Super Flu di Jogja. Kasus tersebut teridentifikasi pada seorang bayi berusia di bawah satu tahun di Kabupaten Sleman, namun tercatat berdomisili di Kota Jogja.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Ari Kurniawati, menjelaskan bahwa kasus ini sebenarnya ditemukan pada periode September–Oktober 2025 saat pasien menjalani rawat inap di rumah sakit rujukan.

Namun, kepastian jenis virus baru diketahui belakangan karena proses Whole Genome Sequencing yang memakan waktu di laboratorium pusat.

“Disebutkan ada kasus [Super Flu] di beberapa provinsi, salah satunya DIY. Ada satu kasus, itu di Sleman tapi domisili di Kota Jogja,” ujar Ari, Selasa (6/1/2026).

Berdasarkan data medis, virus yang menjangkiti pasien diidentifikasi sebagai Influenza A (H3N2) subclade K.

Varian ini dikenal memiliki kemampuan immune escape atau menembus kekebalan tubuh, yang membedakannya dari flu musiman biasa. Secara nasional, Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya 62 kasus serupa hingga akhir 2025.

Ari memastikan kondisi pasien bayi tersebut kini telah sembuh dan dipulangkan. Meski demikian, temuan ini mengindikasikan adanya transmisi lokal.

Dinkes mencatat pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah, sehingga kuat dugaan penularan berasal dari orang dewasa di sekitarnya yang mungkin berstatus tanpa gejala atau gejala ringan.

“Dugaan kita pasti tertular dari orang sekitarnya. Dia usia anak, balita, masih kurang dari satu tahun. Jadi tidak ke mana-mana,” tegasnya.

Gejala klinis yang muncul pada pasien meliputi demam tinggi mendadak dan gangguan pernapasan, yang sempat didiagnosis sebagai pneumonia.

Dinkes DIY menegaskan telah mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta memantau ketat laporan harian penyakit pernapasan (respiratory diseases) dari fasilitas kesehatan sentinel seperti RSUP Dr. Sardjito.

Masyarakat Jogja diimbau tidak panik namun tetap waspada. Hingga pasca-libur Natal dan Tahun Baru, belum ada laporan lonjakan kasus baru yang mengarah ke Super Flu. (*)