
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi memulai pembangunan gedung Klinik dan Apotek UAD yang berlokasi di area barat Kampus IV UAD. Peresmian ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., pada Jumat (20/2).
Pembangunan fasilitas kesehatan ini bertujuan untuk mendekatkan akses layanan medis bagi seluruh sivitas akademika UAD serta masyarakat umum di sekitar lingkungan kampus.
Direktur Utama PT Adi Multi Sejahtera, Dr. Riduwan, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan unit layanan kesehatan universitas. Pihaknya ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan dengan target pengerjaan selama sepuluh bulan ke depan.
“Pembangunan ini menelan anggaran sebesar 9 miliar rupiah dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 10 bulan,” ujar Riduwan dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (6/3/2026).
Integrasi Layanan dan Pendidikan
Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, menyatakan bahwa kehadiran klinik ini akan melengkapi fasilitas kesehatan yang sudah dimiliki UAD sebelumnya, seperti RS UAD yang berlokasi di Maguwo. Nantinya, operasional klinik akan dikelola oleh PT Adi Multi Husada.
Selain berfungsi sebagai unit layanan kesehatan, gedung baru ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi mahasiswa dan dosen, Menjadi unit usaha yang berkontribusi pada finansial institusi dan menjadi sarana sinergi bagi Fakultas Kedokteran, Farmasi, dan Kesehatan Masyarakat.
Ketua BPH UAD, Irwan Akib, menegaskan bahwa orientasi utama dari pembangunan ini bukan sekadar mengejar profit, melainkan memberikan pelayanan prima. Ia berharap keberadaan klinik dan apotek ini menciptakan dampak positif bagi kesehatan masyarakat sekitar kampus.
“Kami berharap pembangunan ini menjadikan UAD semakin sehat dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)













