Video Pegawai SPPG Bantul Sindir Korban Keracunan MBG Beredar, BGN DIY Ingatkan Empati

0
3
Tangkapan layar video pegawai SPPG Bantul yang diduga mengolok-olok korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara. (dibuat ulang menggunakan akal imitasi)

Badan Gizi Nasional (BGN) Regional DIY menegaskan pentingnya etika dan empati pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penegasan ini disampaikan setelah video seorang pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, diduga mengolok-olok korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara, beredar di media sosial.

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menyayangkan pernyataan yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat terdampak.

“Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak,” ujar Gagat, Sabtu (19/9/2026).

Video tersebut diduga dibuat Gerardus Permanaditya, pegawai SPPG Muntuk. Dalam rekaman, ia tampak menyantap chicken katsu sembari melontarkan pernyataan “hilang ingatan” yang dinilai publik menyindir kondisi Febiona Purba, siswi SMK Bersama Berastagi yang menjadi korban keracunan massal MBG di Karo.

Gagat menegaskan, insiden keamanan pangan tidak sepantasnya dijadikan bahan candaan atau celaan di ruang publik. Setiap kejadian, menurut dia, harus menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi seluruh jajaran SPPG.

BGN DIY juga meminta personel menjaga etika komunikasi, terutama di media sosial, serta menggunakan istilah seperti “dugaan” dan “informasi awal” secara tepat sebelum ada verifikasi resmi.

“Kita bekerja untuk masyarakat. Karena itu, mari jaga bukan hanya kualitas makanan yang kita berikan, tetapi juga cara kita memperlakukan dan berkomunikasi dengan masyarakat,” tegasnya. (*)