Tuntut Transparansi, Mahasiswa Amikom Gelar Aksi 1.000 Lilin untuk Rheza Sendy

0
118
Ratusan mahasiswa menggelar aksi doa bersama dan menyalakan 1.000 lilin, menyuarakan solidaritas sekaligus mendesak pemerintah dan kepolisian bertanggung jawab atas wafatnya rekan mereka. (istimewa)

Tuntutan agar kematian Rheza Sendy Pratama diusut secara transparan menggema dari Kampus Universitas Amikom Yogyakarta, Kamis (4/9/2025). Ratusan mahasiswa menggelar aksi doa bersama dan menyalakan 1.000 lilin, menyuarakan solidaritas sekaligus mendesak pemerintah dan kepolisian bertanggung jawab atas wafatnya rekan mereka.

Aksi dimulai sekitar pukul 15.30 WIB di lapangan basket kampus. Mahasiswa hadir dengan busana hitam dipadu jas almamater krem. Prosesi diawali dengan salat gaib, tausiyah, lalu dilanjutkan penyalaan lilin dan tabur bunga di depan foto Rheza.

Wakil Rektor III Amikom, dr Ahmad Fauzi, menyebut kegiatan ini sebagai simbol duka dan refleksi bersama.

“Civitas Amikom menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum diampuni dosanya dan keluarga diberi ketabahan,” ucapnya.

Ia menegaskan Rheza adalah simbol perjuangan mahasiswa dalam menegakkan hukum dan kejujuran.

Sementara itu, Ketua BEM Amikom, Alvito Afriansyah, menegaskan pihaknya mengecam tindakan represif aparat saat aksi demonstrasi.

“Polisi seharusnya melindungi rakyat, bukan menebar ketakutan. Kami mendesak pengusutan kasus ini dilakukan transparan dan akuntabel,” tegasnya.

BEM Amikom juga menuntut pemerintah bertanggung jawab penuh atas jatuhnya korban jiwa serta menjamin perlindungan hak konstitusional rakyat sesuai UUD 1945.

Rheza meninggal pada Minggu (31/8/2025) usai mengikuti aksi di depan Polda DIY. Keluarganya menyebut jasad almarhum ditemukan dengan luka memar, leher patah, serta bekas pijakan sepatu di tubuh. Hingga kini, Polda DIY menyatakan masih memeriksa anggotanya yang diduga terlibat.

Aksi solidaritas ditutup pukul 17.15 WIB dengan doa bersama. Mahasiswa berdiri khidmat mengiringi doa terakhir untuk Rheza, menegaskan tekad mereka agar tragedi ini tidak terulang. (*)