Tingkatkan Kualitas Wisata Sejarah bagi Anak, MDI Ventures dan Goers Revitalisasi Fasilitas Museum Benteng Vredeburg

0
56
Salah satu wahana untuk anak di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

Merespons tingginya minat kunjungan wisata sejarah di kalangan keluarga, MDI Ventures bersama platform manajemen tiket Goers resmi memulai inisiatif pemugaran taman bermain di kawasan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

Langkah ini diambil menyusul data kunjungan museum yang mencatat lebih dari 80 ribu wisatawan anak sepanjang Januari hingga November 2025, sebuah angka yang mendesak perlunya fasilitas publik yang lebih inklusif dan interaktif di dalam situs cagar budaya tersebut.

Program bertajuk “Heritage for the Next Generation” ini diumumkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) kedua entitas tersebut guna memastikan kenyamanan pengunjung usia dini. Secara keseluruhan, destinasi sejarah di kawasan Malioboro ini telah menerima lebih dari 450 ribu pengunjung dalam periode yang sama.

Tingginya lalu lintas wisatawan keluarga ini menjadi dasar utama bagi MDI Ventures dan Goers untuk menargetkan penyelesaian revitalisasi fasilitas pada akhir April 2026 mendatang.

Direktur MDI Ventures, Roby Roediyanto, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya strategis untuk menciptakan ruang publik yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjaga relevansi wisata sejarah.

“Pendidikan dan sejarah harus dapat diakses secara inklusif dengan metode yang menyenangkan, sehingga daya tarik wisata museum tetap berkelanjutan di tengah modernisasi zaman,” ujarnya saat membuka program heritage for The Next Generation pada Senin (15/12/2025).

Perwakilan Museum Benteng Vredeburg, Muri Kurniawati, menyampaikan bahwa anak-anak menjadi salah satu kelompok pengunjung prioritas yang membutuhkan perhatian khusus.

Menurut Muri, museum bertanggung jawab menyediakan fasilitas memadai bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, masyarakat prasejahtera, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak.

“Museum memperlakukan kelompok rentan sebagai pengunjung prioritas yang memerlukan perhatian khusus dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai,” imbuhnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer Goers, Niki Tsuraya Yaumi, menyoroti bahwa pengalaman wisata yang optimal tidak cukup hanya mengandalkan kemudahan akses digital atau ticketing semata.

“Sangat bergantung pada kualitas ruang fisik yang dikunjungi,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan memastikan ribuan anak yang berkunjung setiap harinya mendapatkan ruang belajar yang mampu memicu rasa ingin tahu, sekaligus memberikan kenyamanan bagi keluarga yang mendampingi.

Sebagai bagian dari ekosistem revitalisasi ini, pemugaran fisik taman bermain akan dibarengi dengan serangkaian aktivasi publik yang melibatkan masyarakat secara langsung.

MDI Ventures dan Goers telah menyiapkan berbagai agenda mulai dari lokakarya pengelolaan pengunjung untuk segmen keluarga, pameran lukisan anak bertema “Aku dan Vredeburg”, hingga pentas seni anak-anak yang dirancang untuk memperkaya pengalaman edukasi di dalam benteng pertahanan peninggalan Belanda tersebut. (*)