Sebanyak 71 siswa salah satu SMP Negeri di Kapanewon Jetis, Bantul, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (14/4/2026). Kasus ini muncul hanya sehari setelah 10 dapur penyedia MBG di Bantul dibekukan.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto, mengatakan para siswa mulai mengeluhkan gejala pada Selasa pagi, usai makan siang dari program MBG pada Senin (13/4).
“Total ada 71 siswa yang mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan diare. Saat ini kondisi mereka sudah membaik dan hanya menjalani rawat jalan,” ujarnya kepada wartawan Selasa (14/4/2026).
Menu yang dikonsumsi siswa meliputi nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng, dan semangka.
Dinkes Bantul kini menelusuri sumber makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok menu tersebut.
SPPG ini juga diketahui melayani 25 sekolah lain, sehingga pendataan dilakukan untuk memastikan tidak ada tambahan kasus.
Insiden ini menambah catatan masalah dalam pelaksanaan MBG. Sehari sebelumnya, BGN bersama Pemkab Bantul telah menutup sementara 10 dapur SPPG di Banguntapan, Sewon, dan Pundong akibat temuan serupa sejak awal April.
Dugaan awal mengarah pada kontaminasi bakteri, terlihat dari jeda waktu munculnya gejala yang mencapai belasan jam setelah makanan dikonsumsi. Sampel makanan dan air telah diamankan untuk diuji di Labkesda.(*)














