Hujan dan Angin Kencang Landa Jogja, 8 Kapanewon di Sleman Terdampak Paling Parah

0
31
Relawan, petugas dan warga melakukan pembersihan yang diakibatkan oleh angin kencang di beberapa wilayah DIY. (trc.bpbd.sleman)

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (12/1/2026) sore mengakibatkan kerusakan meluas di lima wilayah kabupaten/kota.

Kabupaten Sleman tercatat sebagai wilayah terparah dengan kerusakan infrastruktur publik signifikan, sementara tanah longsor dilaporkan menerjang kawasan perbukitan di Gunungkidul.

Berdasarkan data situasi lapangan pukul 19.30 WIB, cuaca ekstrem yang bermula sejak pukul 15.00 WIB ini memicu sedikitnya 13 kejadian pohon tumbang di Sleman yang tersebar di delapan kapanewon.

Dampaknya cukup masif: melumpuhkan enam akses jalan, memutus jaringan listrik dan internet, serta memporak-porandakan satu area pasar malam.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, membenarkan meluasnya dampak kejadian ini. Pihaknya terus memantau proses penanganan darurat yang tengah dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) lintas sektoral.

“Kami mengimbau masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan karena puncak musim hujan diprediksi masih berlangsung,” ujar Ruruh dalam keterangannya Senin (12/1/2025).

“Identifikasi risiko di lingkungan masing-masing sangat penting, terutama terhadap pohon rapuh yang rawan tumbang,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kabupaten Gunungkidul menghadapi ancaman ganda. Selain angin kencang, tanah longsor dilaporkan terjadi di Kapanewon Gedangsari, berdampak pada rumah warga, balai dusun, dan kandang ternak di tiga kalurahan.

Estimasi kerugian awal di wilayah ini tercatat mencapai Rp4,6 juta.

Hingga berita ini diturunkan, Kota Jogja menjadi satu-satunya wilayah yang dilaporkan telah terkondisi sepenuhnya, meski sempat terjadi insiden pohon tumbang menimpa angkringan di Tegalrejo. (*)