Prajurit Asal Kulon Progo Gugur di Lebanon, Diduga Terkena Serangan Israel

0
15
Persiapan keluarga di rumah kediaman almarhum Praka Farizal Rhomadhon di Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kulon Progo. (istimewa)

Suasana duka mendalam menyelimuti Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kulon Progo, menyusul kabar gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.

Prajurit TNI AD tersebut meninggal dunia setelah markas kontingen Indonesia terkena serangan artileri yang dilaporkan dilakukan oleh Israel Defense Forces (IDF) di wilayah Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan, Minggu (29/3).

Praka Farizal, yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S (UNIFIL), mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.44 waktu setempat atau Senin (30/3) dini hari WIB.

Serangan fatal yang menghantam basis pasukan penjaga perdamaian ini menjadi konsekuensi tragis dari risiko tinggi yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan misi internasional.

Meski gugur sebagai pahlawan negara dan sempat mendapatkan tawaran untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang almarhum ke tempat asalnya.

Berdasarkan hasil musyawarah, keluarga memilih Pemakaman Umum Nambangan di Kulon Progo sebagai tempat peristirahatan terakhir.

“Keluarga sudah rembug dan memutuskan dimakamkan di pemakaman umum Nambangan yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah duka. Kami tidak mengambil opsi di taman makam pahlawan,” ujar Kepala Dusun Ledok, Wakidi kepada wartawan pada Senin (30/3/2026).

Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, mengonfirmasi bahwa almarhum merupakan anggota Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah yang berasal dari Kulon Progo.

Ia menegaskan bahwa meskipun dimakamkan di pemakaman umum desa, prosesi pemakaman akan tetap dilaksanakan secara militer sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa almarhum.

Saat ini, jenazah Praka Farizal masih berada di Lebanon dan menunggu jadwal pemulangan resmi. Sementara itu, warga Dusun Ledok telah bergotong royong menyiapkan tenda dan kursi di rumah duka.

Almarhum dikenal warga sebagai sosok yang sangat aktif dalam kegiatan Karang Taruna dan tetap peduli pada lingkungan kampung halamannya meski telah lama bertugas di luar daerah. (*)