
Di tengah suasana penuh keberkahan Ramadan 1447 H, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar agenda tahunan yang sarat akan kehangatan. Bertempat di Eastparc Hotel Yogyakarta, Kamis (5/3/2026), pimpinan UAD duduk bersama para wartawan dari berbagai platform media di Yogyakarta dalam tajuk “Silaturahmi Ramadan 1447 H Pimpinan UAD bersama Forum Wartawan UAD”.
Ada yang berbeda dalam pertemuan kali ini. Selain sebagai ajang buka puasa bersama, momen ini menandai babak baru sinergi antara akademisi dan media dengan adanya penambahan kuota wartawan yang bergabung dalam Forum Wartawan UAD mulai tahun 2026 ini.
Rektor UAD Yogyakarta, Prof. Dr. Muchlas M.T., mengungkapkan bahwa pertemuan rutin ini merupakan wujud syukur dan komitmen universitas untuk tetap transparan kepada masyarakat. Muchlas menyoroti tantangan layanan publik ke depan, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan, yang memerlukan jangkauan informasi yang lebih luas.
“Kami menyadari bahwa kebutuhan masyarakat akan layanan yang prima, baik melalui rumah sakit maupun administrasi pendidikan, terus berkembang. Melalui silaturahmi ini, kami ingin memastikan bahwa apa yang kami bangun benar-benar sampai ke telinga dan hati masyarakat,” ujar Prof. Muchlas di sela-sela diskusi santai.
Wajah Baru Forum Wartawan 2026
Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi keterbukaan informasi di UAD. Sejalan dengan perkembangan zaman, UAD memutuskan untuk memperbesar pintu kolaborasi dengan menambah kuota wartawan yang tergabung dalam forum resmi mereka. Langkah ini diambil agar arus informasi dari kampus dapat tersebar lebih masif dan merata.
Kepala Bidang Humas dan Protokol UAD, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penambahan ini merupakan respons atas dinamika media yang kian pesat.
“Mulai tahun ini, kami secara resmi menambah kuota rekan media yang bergabung. Kami ingin merangkul lebih banyak perspektif. Dengan didukung oleh 11 humas fakultas yang tersebar di seluruh lingkungan UAD, sinergi dengan teman-teman wartawan adalah kunci agar setiap program dan inovasi kampus bisa teramplifikasi dengan baik,” jelas Ariadi.
Acara yang berlangsung cair ini jauh dari kesan formal yang kaku. Para jurnalis dan pimpinan kampus berbincang akrab sembari menikmati sajian takjil dan minuman hangat yang telah disiapkan. Bagi UAD, media bukan hanya sekadar peliput berita, melainkan mitra strategis yang membantu memberikan masukan dan pengawasan terhadap jalannya sistem di universitas.
“Perkembangan sejauh ini mustahil tercapai tanpa bantuan rekan-rekan semua, terutama terkait dengan branding dan penyampaian informasi publik. Terima kasih atas semangat yang terus menyala dalam mengawal proses ini,” tambah Prof. Muchlas sebelum mengakhiri sesi ramah tamah. (*)













