Mural One Piece Dihapus, Sisakan Tulisan Ajakan Mengheningkan Cipta 

0
119
Mural bergambar tengkorak bajak laut Jolly Roger bertopi jerami dari serial anime One Piece di persimpangan pos ronda Padukuhan Temuwuh. (zukhronnee muhammad)

Mural bergambar tengkorak bajak laut Jolly Roger bertopi jerami dari serial anime One Piece yang sempat menghiasi aspal jalan di persimpangan pos ronda Padukuhan Temuwuh, Balecatur, Sleman, akhirnya ditutup warga sendiri, Kamis (7/8/2025) malam.

Namun, penghapusan mural seluas sekitar dua meter persegi itu menyisakan jejak berbeda. Di atas cat hitam yang menimpa gambar utama, warga menuliskan “Mengheningkan Cipta” lalu di sisi lain terdapat pula kalimat: “Kebenaran akan terus hidup, kita ada dan berlipat ganda.”

Tulisan tersebut menyertai bekas mural yang semula dibuat pemuda kampung sebagai bentuk kecintaan terhadap One Piece. 

Di bagian bawah, mereka juga menggoreskan kutipan popuper dari One Piece Chapter 145 yang berbunyi “Kapan seorang manusia mati?

Saat jantung mereka terkena peluru senjata? Bukan.. Saat

mereka menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan?

Bukan.. Saat mereka makan jamur beracun? Juga bukan!

Tapi, saat mereka telah dilupakan oleh orang lain”.

“Dihapus oleh teman-teman,” ujar Dadun Asmara, Sekretaris Karang Taruna Temuwuh.

Ia menyebut mural bukan dibuat karena tren, melainkan karena memang banyak pemuda di kampung itu adalah penggemar berat One Piece. Penghapusan dilakukan setelah beredar informasi bahwa aparat sempat memberi perhatian pada mural tersebut. 

Sementara itu, di Padukuhan Temulawak, Kalurahan Triharjo, mural lain bertema One Piece di tembok rumah warga juga dihapus pada hari yang sama. Gambar tersebut menuai kontroversi karena menampilkan karakter anime dengan latar bendera Merah Putih.

Babinsa Triharjo, Serma Hadi Suroso, menyatakan simbol negara tak bisa dipakai sembarangan. “Ini sudah jadi perhatian pimpinan. Kami tindak lanjuti secara koordinatif,” ujarnya. (*)