
Proyeksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang memperkirakan 9 juta orang akan melakukan perjalanan ke Daerah Istimewa Jogja (DIY) pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 tidak terbukti di lapangan.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengestimasi realisasi arus masuk wisatawan hanya berkisar 2 juta orang.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengonfirmasi hal tersebut saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (2/1/2026).
“Dari jumlah perkiraan nasional hitungan Kemenhub sembilan juta, tapi saya kira tidak. Cuma sekitar dua jutaan yang masuk DIY,” tegas Made.
Meski demikian Made menjelaskan, angka pasti wisatawan sulit dipantau secara real-time karena tersebarnya akses masuk melalui bandara, stasiun, terminal, hingga kendaraan pribadi yang melintasi jalan kabupaten seperti jalur Klangon-Tempel.
Meski angka realisasi jauh di bawah proyeksi pusat, Made memastikan volume wisatawan Nataru tahun ini tetap lebih tinggi dibandingkan masa Lebaran.
Di sisi lain, Pemda DIY menyoroti dampak kedatangan wisatawan terhadap ketertiban umum dan ekonomi.
Made mengakui masih ditemukannya parkir liar di beberapa titik. Ia mengimbau masyarakat menggunakan parkir resmi pemerintah atau swasta berizin guna menghindari tarif tidak wajar (nuthuk).
Secara ekonomi, arus wisatawan ini dinilai menjadi momentum kebangkitan UMKM, yang ditandai dengan menjamurnya usaha kafe di Jogja.
Pemda berharap pertumbuhan ekonomi ini dapat bersifat berkelanjutan (sustainable), bukan sekadar tren sesaat.
Data Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY turut memperkuat estimasi tersebut.
Kepala Dinpar DIY, Imam Pratanadi, melaporkan bahwa berdasarkan data retribusi objek wisata dari 20 Desember hingga 2 Januari, tercatat 1.035.000 pergerakan wisatawan.
“Pantai Parangtritis di Bantul menjadi destinasi terfavorit dengan total 123.133 pengunjung,” tandasnya. (*)













