
Dari lahan yang lama terbengkalai, sempat dihidupkan sebagai pasar malam yang menuai polemik, kini kawasan tersebut diperkenalkan sebagai destinasi wisata baru bernama Oase Malioboro.
Pasar malam Tugu Jogja Expo (TJE) pernah digelar di kawasan Jalan Margo Utomo pada Desember 2022. Namun, kegiatan itu menuai sorotan karena tidak mengantongi izin, memicu kemacetan, serta menimbulkan persoalan parkir.
Kini, kawasan yang dikembangkan Pemkot Yogyakarta bersama PT Anindya Mitra Internasional (AMI) itu hadir dengan konsep Cultural Creative Park. Oase Malioboro diperkenalkan, Sabtu malam (31/10/2026).
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, berharap tempat ini tidak sekadar menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga ruang yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Oase Malioboro menjadi wajah pariwisata yang baru untuk Kota Yogyakarta. Tentu Pemerintah Kota Yogyakarta sangat mendukung hadirnya destinasi baru ini,” kata Wawan.
Ia mendorong pengelola membuka ruang bagi seniman, budayawan, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM lokal untuk menampilkan karya serta produk mereka.
Direktur Utama PT AMI, Priyono Bambang Hernowo, menjelaskan Oase Malioboro mengintegrasikan empat elemen, yakni kebudayaan, kreativitas, rekreasi, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Kehadiran Oase Malioboro membawa harapan baru. Namun, pekerjaan berikutnya adalah memastikan kawasan ini benar-benar hidup, memberi ruang bagi masyarakat lokal, dan tidak sekadar menjadi destinasi wisata baru. (*)















